Ramadhan 1440 H

Arsitektur Batak Simalungun Kental di Masjid An Nashirin Tenayan Raya Pekanbaru

Masjid tersebut bukan berdiri di daerah mayoritas suku Batak, melainkan suku Jawa.

Arsitektur Batak Simalungun Kental di Masjid An Nashirin Tenayan Raya Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Masjid An Nashirin di Jalan Sumatera, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru mengadopsi arsitektur rumah adat Batak Simalungun dari Sumatera Utara 

Arsitektur Batak Simalungun Kental di Masjid An Nashirin Tenayan Raya Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perjalanan waktu membawa pengaruh pada perubahan arsitektur masjid.

Budaya dan semangat yang hadir saat masjid dibangun terpatri pada struktur masjid

Sekilas, bangunan Masjid An Nashirin di Jalan Sumatera, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru tidak menunjukkan sebagai tempat ibadah umat Islam.

Strukturnya dibangun memanjang. Atap bangunan berlantai 2 tersebut memiliki bentuk yang unik.

Masjid tersebut memiliki atap yang melengkung pada bagian depan dan belakang.

Baca: Satu Keluarga Tewas di Tempat Setelah Motornya Ditabrak Mobil di Jalan Lintas Minas Riau

Baca: Mahasiswa Asal Pekanbaru Tewas di Tempat Setelah Mendahului Kendaraan Lain di Jalan Lintas Minas

Menyerupai atap rumah adat Batak Simalungun di Sumatera Utara.

Satu buah kubah yang berada di atas ruang mighrab juga tersamarkan dengan ukurannya yang sangat kecil.

Salah satu tanda yang kuat menunjukkan bangunan tersebut adalah sebuah masjid ialah plank nama bangunan yang berdiri tegak di jalan masuk masjid.

Pengurus Masjid An Nashirin, Hariyanto mengungkapkan arsitektur masjid tersebut memang mengadopsi rumah adat Batak Simalungun.

Halaman
123
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved