Breaking News:

Inilah 8 Sunnah Nabi yang Sebaiknya Dilakukan di Hari Raya Idul Fitri 1440 H / 2019

Terdapat beberapa hal yang disunnahkan Nabi sebelum dan sesudah menunaikan sholat Idul Fitri atau .

TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Warga melaksanakan rangkaian shalat ied di Halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru, Pekanbaru, Minggu (25/6/2017). Kegiatan shalat ied di kawasan tersebut berlangsung dengan lancar. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

Kalau lafazh di atas takbir “Allahu Akbar” ditemukan sebanyak dua kali. Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah pula disebutkan dengan sanad yang sama dengan penyebutan tiga kali takbir. (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 36442)

Artinya di sini, dua atau tiga kali takbir sama-sama boleh.

5. Melaksanakan sholat Id di lapangan

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin berkata, "Disukai melaksanakan salat Id di tanah yang luas, kecuali di Mekah dan Bautul Maqdis.

Sekiranya hari itu hujan, tidak apa-apa melaksanakannya di masjid.

Dan dibolehkan pada hari yang sangat panas berdebu, imam menyuruh seorang laki-laki untuk sholat Id bersama orang-orang lemah di masjid, sementara ia keluar ke tanah lapang bersama orang-orang yang kuat seraya bertakbir."

Nabi menganjurkan salat Idul fitri di tanah lapang karena saat itu jumlah kaum Muslim yang ingin ikut salat Id sangat banyak.

Sehingga hanya hanya tanah lapang saja yang dapat menampung jamaah.

Instagram/ammartourtravel
Instagram/ammartourtravel ()

6. Tidak melakukan sholat sunah sebelum maupun sesudah sholat Id

Dari Ibnu Abbas berkata, "Rasulullah SAW melaksanakan sholat idul fithri sebanyak dua raka'at.

Beliau tidak melakukan sholat sunnah lainnya baik qobliyah maupun ba’diyah ‘id.

Rasulullah SAW lalu mendatangi kaum wanita disertai Bilal.

Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah…" (HR. Bukhari no. 964 dan Muslim no. 884)

7. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda

Saat melaksanakan sholat Idul Fitri, disunnahkan untuk melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat sholat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal.

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al-Zalzalah : 4)

Selain itu, disunnahkan untuk berjalan kaki menuju tempat sholat Idul Fitri.

Sebagaimana kebiasaan Nabi Muhammad yang juga berjalan menuju tempat salat idul fitri.

Dalam sebuah hadis riwayat At Tirmidzi disebutkan, "Dan dari Ali Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata, 'Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki."

8. Saling mengucapkan selamat (at-tahniah)

Ucapan selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

(TribunStyle/Listusista)

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved