Lebaran 2019

JALUR ALTERNATIF Arus Balik Mudik Lebaran 2019 di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau Ada di Kampar

Jalur alternatif arus balik mudik Lebaran 2019 bagi pemudik di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau ada di Kampar untuk antisipasi macet masuk Pekanbaru

JALUR ALTERNATIF Arus Balik Mudik Lebaran 2019 di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau Ada di Kampar
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Didik
JALUR ALTERNATIF Arus Balik Mudik Lebaran 2019 di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau Ada di Kampar 

JALUR ALTERNATIF Arus Balik Mudik Lebaran 2019 di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau Ada di Kampar

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jalur alternatif arus balik mudik Lebaran 2019 bagi pemudik di Lintas Barat Sumatera Barat-Riau ada di Kampar untuk antisipasi macet masuk Pekanbaru.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pada titik-titik tertentu khususnya di lintas Barat atau Jalan Riau-Sumbar maka pemudik harus memperhatikan jalur alternatif yang sudah disediakan pihak Dinas Perhubungan.

Jalur alternatif tersebut sengaja dibuat untuk memecah kemacetan di titik yang biasanya terjadi kemacetan, terutama saat masuk Kota Pekanbaru.

Baca: VIRAL-Aksi Protes Unik Atas Jalan Rusak di Riau, Warga Mancing dan Tanam Pisang di Jalan Berlubang

Baca: Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2019 ke Pekanbaru Diprediksi Sabtu-Minggu, Polisi dan Dishub Apel

Baca: Protes Warga Soal Jalan Dharma Bakti yang Rusak, Direspon Pemko Pekanbaru

"Jadi yang paling rawan terjadi macet itu adalah jalur Barat, Pemudik yang balik dari Sumbar, maka kami sudah siapkan sejumlah jalur alternatif," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Taufik Oesman kepada Tribunpekanbaru.com Jumat (7/6/2019).

Masyarakat yang melintas pada jalur tersebut harus memperhatikan petunjuk jalur alternatif yang disediakan dan mengikuti arahan tersebut.

Ini guna menghindari kemacetan.

"Jadi kepada Pemudik yang balik dari Sumbar, silahkan lewat jalur alternatif itu, biar tidak terjebak macet," ujar Taufik.

Taufik Oesman juga menegaskan jalur alternatif yang disediakan tersebut tidak akan menyulitkan Pemudik, bahkan sebaliknya memudahkan agar tidak terjebak macet.

"Bukan untuk mempersulit tapi memudahkan masyarakat, mengarahkan agar tidak terjebak dalam kemacetan, karena jumlah kendaraan pasti meningkat," jelas Taufik.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved