Idul Fitri 2019

Arus Balik, Antrian Sepanajng 1 Km Terjadi di Penyeberangan Desa Semukut, Pulau Merbau Meranti

Antrian panjang kendaaran mencapai lebih kurang 1 Km terjadi di pelabuhan penyeberangan kempang Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau pada H+3 Idul

Arus Balik, Antrian Sepanajng 1 Km Terjadi di Penyeberangan Desa Semukut, Pulau Merbau Meranti
Tribun Pekanbaru
Antrian panjang terjadi di pelabuhan penyeberangan kempang Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau pada H+3 Idul Fitri tepatnya Jumat (7/6/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Antrian panjang terjadi di pelabuhan penyeberangan kempang Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau pada H+3 Idul Fitri tepatnya Jumat (7/6/2019). Terpantau antrian panjang bahkan mencapai 1 KM.

//

Kepadatan didominasi sepeda motor ini terjadi hampir setiap tahun, dimana masyarakat Kecamatan Merbau dan Pulau Merbau hanya menggunakan jalur tersebut menuju ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, maupun sebaliknya.

Untuk mengurai desakan dari panjangnya antrian, dinas perhubungan dan kepolisian menempatkan beberapa petugasnya untuk bersiaga di lokasi.

Salah seorang pengendara, Amir, mengungkapkan bahwa ia dan keluarga sudah antri sejak pagi. Namun hingga siang belum dapat melakukan penyeberangan

Kendati demikian ia tidak mengeluhkan. Amir memaklumi kondisi lebaran dimana ramai warga yang berpergian.

Baca: Puncak Arus Balik Lebaran 2019 di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru dan di Jalintim Diprediksi Sabtu

Baca: 7 Perusahaan di Riau Dilaprokan Tak Bayarkan THR Karyawan

Baca: Tiga Ekor Gajah Liar Masuki Pemukiman Warga di Peranap Inhu Riau, Sudah Berkeliaran Selama 4 Hari

"Biasalah kan, tiap tahun kami ginilah antre, orang ramai mau diapakan. Mudah-mudahan kami yang antri dari pagi sekejap lagi nyeberang," ucapnya, jumat (7/6/2019).

Hal yang disayangkan olehnya adalah mahalnya tarif kempang penyeberangan yang dinilai tidak sesuai dengan layanan yang didapatkan.

Untuk diketahui, penyeberangan ini menghubungkan Pulau Merbau dan Pulau Tebingtinggi dengan melalui Selat Rengit yang hanya berjarak 50 meter yang ditempuh dengan waktu hanya beberapa menit, namun penumpang harus merogoh saku Rp10 ribu.

"Sebenarnya dengan jarak yang dekat tak usahlah terlalu mahal, kalau pun harus mahal jangan layanannya seperti ini. Kalau sudah berdesakan dan ada yang jatuh ke laut, sedangkan penyeberangan ini tidak ada asuransi kecelakaannya," ujarnya lagi.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved