Inhu

BKSDA Berencana Datangkan Gajah Jinak untuk Menggiring Gajah Liar di Peranap Riau

Gajah mau pulang gak bisa, karena masyarakat di kebunnya masing-masing memasang mercun dan meriam bambu,

BKSDA Berencana Datangkan Gajah Jinak untuk Menggiring Gajah Liar di Peranap Riau
Tribun Pekanbaru/Istimewa/BBKSDA Riau
11 Ekor Gajah Liar Masuk Kebun Warga Jelang Lebaran 2019, Petugas BBKSDA Riau Halau Gunakan Petasan 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan mendatangkan gajah jinak untuk melakukan penggiringan terhadap empat ekor gajah liar yang masuk ke wilayah permukiman warga di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Hingga kini tim BKSDA memang belum turun ke lokasi, dikarenakan masih dalam libur lebaran.

Hal ini disampaikan oleh Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis. "Kalau sekarang memang tidak ada tim yang turun ke lokasi, jadi selesai lebaran baru tim akan turun," katanya kepada Tribuninhu.com, Minggu (9/6/2019).

Begitu juga terkait rencana menurunkan gajah jinak untuk melakukan penggiringan, Permohonan Lubis berkata akan dilakukan setelah dipastikan melalui perintah pimpinan.

Baca: Tiga Ekor Gajah Liar Masuki Pemukiman Warga di Peranap Inhu Riau, Sudah Berkeliaran Selama 4 Hari

"Kita menunggu perintah dulu. Karena berhubungan dengan pengangkutan dari tempat pelatihan gajah di Sebanga atau Minas," kata Permohonan Lubis.

Permohonan berkata kelompok gajah liar yang masuk ke permukiman warga di Kecamatan Peranap saat ini berasal dari areal Hutan Tanama Industri (HTI) Rimba Peranap Indah (RPI).

Baca: KISAH Petugas PLG di Riau yang Terus Bekerja saat Lebaran, Usir Gajah Demi Kenyamanan Warga

"Sebelumnya kita mendapat laporan dua titik gajah masuk permukiman di Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Peranap. Dua-duanya udah kita turunkan tim, yang di Kecamatan Kelayang bisa dikembalikan dalam empat hari," katanya.

Sementara di untuk gajah liar di Kecamatan Peranap gagal dipulangkan karena masyarakat yang memasang bunyi-bunyian berupa mercun dan meriam bambu.

"Gajah mau pulang gak bisa, karena masyarakat di kebunnya masing-masing memasang mercun dan meriam bambu," katanya.

Baca: 11 Ekor Gajah Liar Masuk Kebun Warga Jelang Lebaran 2019, Petugas BBKSDA Riau Halau Gunakan Petasan

Oleh karena itu, BKSDA sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar turut mengimbau warganya agar tidak menghidupkan mercun. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved