Tolak Ekstradisi ke China, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan

Ratusan ribu warga Hong Kong menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menentang rencana ekstradisi ke China daratan dan menjalani sidang di sana.

Tolak Ekstradisi ke China, Ribuan Warga Hong Kong Turun ke Jalan
internet
Ratusan ribu warga Hong Kong menggelar aksi demonstrasi pada Minggu (9/6), menolak rencana pemberlakuan ekstradisi ke China.

tribunpekanbaru.com - Ribuan orang berkumpul di Hong Kong pada Minggu (9/6) waktu setempat. Mereka memprotes usulan pemberlakuan ekstradisi yang mengizinkan seorang tersangka dikirim ke China untuk diadili. Polisi setempat pun menghadapi aksi demonstrasi terbesar dalam 15 tahun terakhir.

Kepala kepolisian setempat menyerukan agar masyarakat menahan diri. Lembaga penyiaran yang didanai pemerintah, RTHK melaporkan, pihak kepolisian mengerahkan lebih dari 2.000 personel untuk menghadapi demonstrasi yang diperkirakan penyelenggara diikuti oleh lebih dari 500.000 orang.

Itu akan membuat aksi demo tersebut menjadi pertemuan terbuka terbesar, sejak kegiatan serupa dilaksanakan pada 2003 silam untuk menantang rencana pemerintah terkait peraturan keamanan nasional yang lebih ketat, dan belakangan dibekukan.

Penentangan terhadap rancangan peraturan ekstradisi ke China itu, telah menyatukan banyak anggota masyarakat, dari orang yang biasanya prokemapanan dan pengacara, sampai kepada para pelajar, tokoh prodemokrasi, dan kelompok agama. Mereka kompak menentang seorang tersangka diekstradisi dan diadili di China daratan.

"Saya datang ke sini semalam," kata seorang lelaki 78 tahun dikuti Reuters. Pria dengan nama keluarga Lai tersebut, datang menggunakan kursi roda ke Victoria Park, tempat dilaksanakannya aksi demonstrasi tersebut pada Minggu siang (9/6). Aksi itu sendiri dimulai pukul 15.00 waktu setempat.

"(Aksi) ini mungkin tak berguna, tak peduli berapa banyak orang yang ada di sini. Tapi kami memiliki cukup kekuatan untuk melawan pemerintah Hong Kong didukung oleh China Daratan," kata Lai yang mengaku menderita penyakit Parkinson.

Pawai itu secara perlahan bergerak menuju Causeway Bay yang penuh pengunjung, pertokoan Wanchai, serta daerah pemukiman hingga parlemen Hong Kong, tempat perdebatan akan dimulai pada Rabu mendatang. Parlemen bersama pemerintah akan membahas perubahan sistem hukum yang mengizinkan ekstradisi ke China daratan.

Seperti diketahui, Hong Kong baru kembali menjadi bagian negara China pada tahun 1997 silam. Sebelumnya, Hong Kong merupakan koloni Inggris dan pemerintahan dijalankan oleh Inggris. Ketika akan diserahkan ke China pada 1997, ribuan warga Hong Kong juga melakukan aksi demonstrasi karena menolak menjadi bagian China. Mereka lebih memilih tetap menjadi koloni Inggris.

Akibat aksi tersebut, hingga kini pemerintah China menerapkan otonomi khusus untuk Hong Kong sudah terbiasa dengan demokrasi sejak menjadi koloni Inggris. (rtr/ant)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved