Pelalawan

TPP Dipotong 100 Persen, Sanksi Bagi ASN Pemkab Pelalawan yang Tak Hadir Hari Pertama Bekerja

Hari pertama bekerja, seluruh ASN dan pejabat akan mengikuti apel bersama di halaman kantor bupati untuk mendengar pengarahan dari kepala daerah.

TPP Dipotong 100 Persen, Sanksi Bagi ASN Pemkab Pelalawan yang Tak Hadir Hari Pertama Bekerja
Tribunpekanbaru.com/Johanes
Ribuan ASN Kabupaten Pelalawan mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila ada tanggal 1 Juni lalu di halaman kantor bupati. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Senin (10/6) merupakan hari pertama bekerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah cuti lebaran selama satu pekan berakhir.

Seluruh pegawai yang ada di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus kembali bekerja tanpa terkecuali.

Berdasarkan surat edaran (SE) sudah dikirimkan ke semua OPD satu pekan sebelum libur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, para pegawai diwajibkan hadir pada hari pertama kerja dan dilarang menambah libur.

"Kita tekankan seperti surat edaran yang disampaikan kemarin. Semua harus datang hari pertama kerja, kalau tidak ada sanksinya," ungkap Sekretaris Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKP2D) Pelalawan, Rinto, Minggu (9/6/2019).

Hari pertama bekerja, seluruh ASN dan pejabat akan mengikuti apel bersama di halaman kantor bupati untuk mendengar pengarahan dari kepala daerah.

Setelah itu dilanjutkan dengan halan bihalal sebagai bentuk silaturahmi dan saling bermaaf-maafan dengan bupati, wakil bupati, sekretaris daerah.

Tentunya setiap OPD akan dikumpul absensi untuk melihat kehadiran para pegawai. Jika ditemukan ada pegawai yang tak hadir tanpa alasan yang jelas, siap-siap dijatuhi sanksi sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) tentang kedisiplinan.

"Sanksinya jelas pada Perbup, baik bagi PNS maupun kepada honorer. Pemotongan diberlakukan merata," tambah Rinto.

Bagi PNS yang tak hadir tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dipotong 100 persen. Sedangkan bagi pegawai honor yang tidak datang gajinya dipangkas 50 persen. Hasil pemotongan akan disetorkan ke kas daerah.

"Kita berharap semuanya bisa hadir dan jangan sampai dipotong gaji ataupun tunjangannya," tukas Rinto.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved