Beredar Pesan Berantai Ahok akan Jadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru, Moeldoko: Hoax

Dalam pesan berantai tersebut, mencatut pula nama Dubes RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis.

Beredar Pesan Berantai Ahok akan Jadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru, Moeldoko: Hoax
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. 

Beredar Pesan Berantai Ahok akan Jadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru, Moeldoko: Hoax

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Nama Basuki Tjahaja Purnama ‎alias Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta kembali mencuat.

Kali ini dalam sebuah pesan berantai, Ahok disebut menjadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota‎ Baru NKRI.

Baca: Fakta Menarik Barbie Kumalasari, Mengaku Sehari Bisa 8 Kali Berhubungan Suami Istri

Dalam pesan berantai tersebut, mencatut pula nama Dubes RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis.

Menkonfirmasi pesan berantai itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku sudah mengetahui pesan tersebut dan membantah kebenarannya.

Baca: Pria Ini Ketakutan Dapat Panggilan Misterius dari Ponsel yang Sudah Dikubur Bersama Orang Meninggal

Menurutnya, kabar tersebut adalah berita bohong atau hoaks.

"Hoax, super hoax," singkat Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Berikut isi pesan berantai tersebut :

Pengacara Todung Mulia Lubis skrg jd Dubes utk Norwegia
Kabar berhembus dr Istana Negara bhw Basuki Tjahaya Purnama akan diangkat sbg Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru NKRI,pelantikan akan dilakukan akhir July setelah sengketa pilpres usai & MK menetapkan pemenang...Sejujurnya saya bnr2 gembira mendengar info ini kr sjk merebak informasi mengenai pemindahan Ibu Kota saya berulang x mengatakan hanya Ahok yg pas mnjd pemimpinnya dlm pelaksanaan gagasan tsb...Bravo BTP,saya selalu mendukung & bangga terhadapmu,jasa2mu bagi Indonesia khususnya Jakarta adalah bukti nyata yg tk terbantahkan

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Jadi Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru? Istana Bantah

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved