Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019, Prabowo:Apapun Keputusan MK, Kita Sikapi dengan Dewasa & Tenang

Prabowo pun meminta para pendukungnya bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi apapun keputusan Mahkamah Konstitusi ( MK) atas sengketa tersebut.

Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019, Prabowo:Apapun Keputusan MK, Kita Sikapi dengan Dewasa & Tenang
KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Prabowo Subianto. 

Jelang Sidang Sengketa Pilpres 2019, Prabowo:Apapun Keputusan MK, Kita Sikapi dengan Dewasa & Tenang

TRIBUNPEKANBARU.COM - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno telah memutuskan untuk menempuh jalur hukum terkait sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Prabowo pun meminta para pendukungnya bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi apapun keputusan Mahkamah Konstitusi ( MK) atas sengketa tersebut.

"Kita percaya pada hakim MK, apapun keputusannya kita sikapi dengan dewasa, tenang, berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Prabowo melalui video seperti yang dilansir Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

"Itu sikap kami dan permohonan kami. Percayalah niat kami untuk kepentingan bangsa negara, umat dan rakyat," tambahnya lagi.

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun meminta para pendukungnya agar tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di MK saat sidang sengketa hasil pilpres.

Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang tersebut. 

Baca: Bertemu Teman Sebangku Sekolah yang Kini Alami Gangguan Jiwa,Aceng: Bisa Kah Kamu Seperti Dulu Kawan

Baca: Kronologi Polisi Tembak 2 Anggota TNI di Pasar, Ternyata Gara-gara Hal Sepele Ini

Baca: FOTO: Hujan Semalaman, Ruas Jalan di Rumbai Pesisir Pekanbaru Tergenang Banjir

Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah.

Prabowo menekankan, sejak awal dirinya dan Sandiaga berpandangan bahwa aksi menyatakan pendapat di muka umum harus dilaksanakan dengan damai dan anti kekerasan.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa menolak hasil pemilu di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21 hingga 22 Mei lalu berujung kerusuhan.

Baca: Bertemu Mensos Nurhaya Meneteskan Air Mata, Pak, Kami Minta Dibangunkan Rumah Panggung Saja

Baca: Banjir Genangi Sejumlah Pemukiman di Pekanbaru, BPBD Pastikan Belum Ada Warga yang Mengungsi

Baca: Fadel Islami Didekati Banyak Wanita, Muzdalifah: Banyak Penggoda & Menggoda di Luar Sana!

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved