Berita Riau

Masa Tunggu Lama dan Usia Bertambah, JCH Daerah di Riau Ini Masuk Kategori Tinggi Derita Penyakit

Di mana jemaah beresiko tinggi ini merupakan jemaah dengan umur diatas 60 tahun dan jemaah yang menderita beberapa penyakit.

Masa Tunggu Lama dan Usia Bertambah, JCH Daerah di Riau Ini Masuk Kategori Tinggi Derita Penyakit
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi (tengah) dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir foto bersama dengan perwakilan tim kesehatan haji di Kantor Dinkes Riau, Rabu (12/6/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan melepas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), tenaga kesehatan haji daerah (TKHD) dan panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu (12/6).

Ada 35 TKHI yang direkrut oleh Kementerian Kesehatan dan ditugaskan untuk jemaah haji Riau, mereka berasal dari tenaga kesehatan di Provinsi Riau.

Kemudian TKHD yang berasal dari usulan kabupaten kota, sebanyak dua orang per-kabupaten dan kota, selanjutnya terdapat dua orang PPIH.

Baca: 303 JCH Kampar Rekam Biometrik

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengungkapkan tahun ini 76.9 persen jemaah calon haji (JCH) yang berangkat pada tahun 2019 ini berada pada kategori jemaah resiko tinggi.

Di mana jemaah beresiko tinggi ini merupakan jemaah dengan umur diatas 60 tahun dan jemaah yang menderita beberapa penyakit. Menurut Mimi Yuliani Nazir, jumlahnya lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu.

Baca: Hitung Ulang Biaya Transportasi, JCH Meranti Dipastikan Berangkat Melalui Embarkasi Antara Pekanbaru

"Bila dibandingkan dari tahun 2018 yang lalu yang hanya 73,4 persen, jadi semakin naik tahunnya, resikonya semakin tinggi karena masa tunggu untuk keberangkatan semakin lama, sehingga usianya semakin bertambah," ujar Mimi Yuliani Nazir saat pelepasan TKHI di kantor Dinas Kesehatan Rabu (12/6).

Dari 12 Kabupaten dan Kota di Riau jemaah dengan resiko tinggi yakni Kabupaten Rohil dengan jemaah resiko tinggi 87,9 persen sedangkan yang terendah adalah Dumai, 62,6 persen.

Untuk penyakit yang paling banyak diderita para JCH ini adalah hipertensi, asam urat dan kolesterol.

Baca: 258 JCH Siak 2019 Bakal Berangkat Melalui EHA Riau

"Untuk penyakitnya rata-rata penyakit orangtua dan juga ada Hipertensi, asam urat dan kolesterol, "ujar Mimi.

Maka untuk itu lanjut Mimi, inilah yang harus dikelola tenaga kesehatan haji supaya tidak terjadi sesuatu pada jemaah selama menjalankan ibadah nantinya di Arab Saudi.

"Mulai dari tanah air sudah bisa dideteksi penyakit dan penanganan dini, dan begitu juga nanti pada saat di tanah suci diawasi juga, "ujar Mimi.

Pada tahun ini JCH Provinsi Riau termasuk tenaga kesehatan haji ada 5.464. Dengan adanya SK dari Kemenag nomor 167 tahun 2019 tentang penetapan embarkasi haji antara, maka untuk pelepasan JCH nantinya akan dilaksanakan di Pekanbaru.

Saat ini seluruh JCH telah menjalani pemeriksaan tahap kedua sedangkan pemeriksaan tahap terakhir akan dilaksanakan di embarkasi haji Antara di Riau.

Baca: Pemkab Meranti Tetap Minta JCH Berangkat dari Embarkasi Batam

"Kalau selama ini kan pemeriksaan terakhir di Batam, namun dengan adanya embarkasi haji antara di Riau maka pemeriksaan terakhir akan dilakukan disini, jadi nanti dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) yang ada di Pekanbaru dengan tim kesehatan yang ada di Pekanbaru juga," jelas Mimi.

Seluruh Jemaah asal Riau akan diterbangkan melalui embarkasi haji Antara di Riau tahun ini, pertama kali dilakukan karena selama ini selalu melalui embarkasi Batam. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved