Mengaku Istri Aparat, Tipu Korban Rp 639 Juta untuk Jadi Polisi, Perempuan Muda Divonis 3 Tahun Bui

Perempuan yang mengaku istri anggota polisi dan keluarga besarnya anggota polisi terbukti melakukan penipuan dengan modus bisa meluluskan korbannya

Mengaku Istri Aparat, Tipu Korban Rp 639 Juta untuk Jadi Polisi, Perempuan Muda Divonis 3 Tahun Bui
Tribun Bali/Rizal Fanany
Menerima Putusan - Niswatun Badriyah alias Anis alias Helen Fransisca (25) saat menjalani putusan hukuman di PN Denpasar, Selasa (11/6). Dia menerima dihukum 3 tahun penjara. Helen Tak Keberatan Dihukum 3 Tahun, Korban Dijanjikan jadi Anggota Polisi dengan Setor Rp 639 Juta 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Niswatun Badriyah alias Anis alias Helen Fransisca (25) tidak bisa berkata banyak menanggapi vonis tiga tahun penjara, yang dijatuhkan majelis hakim.

Ia langsung menyatakan menerima vonis tersebut.

Helen adalah terdakwa yang menipu korban dengan menjanjikan bisa jadi anggota polisi dengan membayar ratusan juta rupiah.

Perempuan yang mengaku istri anggota polisi dan keluarga besarnya anggota polisi terbukti melakukan penipuan dengan modus bisa meluluskan korbannya masuk di kepolisian.

Adalah I Ketut Widiyantara Udayana selaku korban yang ditipu Niswatun.

Baca: Tabungan Hasil Kerja Membungkus Kerupuk untuk Daftar Masuk Polisi, Kisah Inspiratif Polwan Cantik

Baca: Sejumlah Orang di Inhu Jadi Korban Penipuan Investasi di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai

Tak tanggung-tanggung agar bisa lulus menjadi polisi, korban telah menyerahkan uang Rp 639 juta kepada terdakwa.

Bukannya lulus menjadi polisi, Ketut Widiyantara Udayana justru menjadi korban penipuan.

"Saya menerima Yang Mulia," ucap singkat Niswatun sembari menganggukkan kepalanya kepada majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (11/6/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyatakan menerima vonis majelis hakim tersebut.

Meski vonis itu lebih ringan enam bulan dibandingkan tuntutan jaksa.

Baca: Dijanjikan Anak Lulus Masuk Polisi, Dedek Tertipu Rp 48 Juta

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Niswatun Badriyah dengan pidana penjara selama tiga tahun, dipotong selama terdakwa dalam tahanan sementara. Perintah, terdakwa tetap ditahan," tegas Hakim Ketua, I Gede Ginarsa.

Pula dalam amar putusan, majelis hakim mengurai hal meringankan dan memberatkan sebagai pertimbangan menjatuhkan vonis.

 
Hal meringankan disebutkan, terdakwa mengaku salah dan menyesal.

Bersikap sopan di persidangan dan tidak berbelit-belit memberikan keterangan.

"Hal memberatkan, terdakwa telah merugikan saksi korban," urai majelis hakim.

Sebelumnya, selain mengaku dari keluarga polisi, terdakwa juga mengaku jika suaminya merupakan lulusan Akpol dan sudah bertugas di Polres Klungkung.

Baca: Coba Menyogok Untuk Masuk Polisi? Ada Proses Hukum Menanti

Korban dan ibu korban terbuai dengan kata-kata manis terdakwa hingga berani memberikan uang sampai Rp 639 juta.

Meski uang setengah miliar lebih sudah diberikan, namun janji menjadikan anak korban jadi anggota polisi tak terwujud, hingga kasusnya dilaporkan ke polisi. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Helen Tak Keberatan Dihukum 3 Tahun, Korban Dijanjikan jadi Anggota Polisi dengan Setor Rp 639 Juta

Editor: CandraDani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved