Berita Riau

PAD Pekanbaru Hingga Bulan Mei Baru Terkumpul Rp190 M

Serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru hingga akhir Mei 2019 kemarin, belum sesuai harapan. Realisasi Rp190 miliar masih jauh dari target

PAD Pekanbaru Hingga Bulan Mei Baru Terkumpul Rp190 M
Grafis Tribun Pekanbaru/Didik Ahmadi
ILUSTRASI PAD 

Apakah perlu dilakukan evaluasi untuk pimpinan OPD (Bapenda) karena belum menunjukkan kinerja maksimal? Azwendi kembali mengatakan, bahwa untuk evaluasi kinerja kepala OPD, tergantung Wali Kota sebagai pimpinannya.

"Jika Bapenda tak tercapai target, tentu kita kembalikan kepada Wali Kota, langkah apa yg tepat untuk OPD tersebut, Walikota mestinya sudah tau dan harus tegas toh," sebut politisi senior ini.

Dengan kondisi ini, lanjut Azwendi, pihak legislatif berharap, Pemko harus kejar potensi PAD lain, seperti DBH Pusat, serta DBH provinsi dan anggaran-anggaran lainnya.

Sebab, APBD 2019 yang nilainya yang sudah disepakati dan disahkan sebesar Rp 2,5 triliun, dominan bersandar dari PAD.

Jika PAD-nya tak capai target, maka sudah dipastikan terjadi rasionalisasi anggaran lagi.

"Ini yang harus diantisipasi," pintanya.

Akibat masih minimnya serapan PAD ini, TAPD sudah mengeluarkan surat edaran kepada semua OPD di lingkungan Pemko Pekanbaru, untuk memangkas sejumlah kegiatan sebesar 57 persen.

"Kita wanti-wanti juga, berkaitan rasionalisasi, jangan sampai menghambat kebutuhan pokok anggaran, apalagi yang berkaitan pelayanan masyarakat," harapnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved