Siak

Kepala Rutan Siak Dicopot Pascakerusuhan yang Mengakibatkan Kaburnya Tahanan

Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Klas II B Siak, Gatot Suariyoko dicopot dari jabatannya.

Kepala Rutan Siak Dicopot Pascakerusuhan yang Mengakibatkan Kaburnya Tahanan
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Menkum HAM Yasonna Laoly meninjau kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Siak yang sudah hancur akibat kerusuhan, Senin (13/5/2019) siang. Ia didampingi Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan Bupati Siak Alfedri, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM Riau M Diah, Kapolres Siak AKBP Ahmad David dan Kepala Rutan Kelas IIB Siak Gatot Suariyoko. 

PEKANBARU, TRIBUN -Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Klas II B Siak, Gatot Suariyoko dicopot dari jabatannya.

Dia ditarik menjadi pelaksana di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Provinsi Riau.

Pencopotan ini dilakukan pascaterjadinya peristiwa kerusuhan, hingga kaburnya sejumlah tahanan dan narapidana dari Rutan tersebut, beberapa waktu lalu.

Jabatan yang ditinggalkan Gatot, diisi oleh pejabat baru, yakni Khairul Bahri Siregar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Klas II B Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Riau, M. Diah membenarkan tentang adanya mutasi jabatan tersebut. "Sudah diserahterimakan. Sudah dilantik kemarin," ucapnya, Kamis (13/6/2019).

Diah memaparkan, pergantian jabatan ini juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi.

"Sementara ini kita penyegaran, jadi perlu ada pejabat baru. Saya pesankan kepada pejabat baru untuk fokus bagaimana memulihkan Rutan siak, kemarin kita dapat musibah semoga segera dapat dipulihkan," bebernya.

"Ini perlu semangat baru dan perlu pejabat baru. Supaya mereka ada inovasi, ada kreasi, untuk itu perlu adanya penyegaran. Untuk (pejabat) yang lama pasti kita posisikan di tempat yang baru," sambung M Diah.

Untuk bangunan Rutan Siak yang sebagian besar hangus dibakar oleh tahanan saat kerusuhan, M Diah menyatakan proses perbaikannya akan segera dilakukan.

"Sedang kita koordinasikan dengan pimpinan pusat, memang itu prioritas, bagaimana Rutan Siak bisa segera berfungsi kembali," ungkapnya.

Sementara itu, untuk pemeriksaan terhadap 3 orang sipir Rutan Siak, yang diduga melakukan penyimpangan prosedur hingga berbuntut kerusuhan, pihaknya masih menunggu hasilnya dari Inspektorat Pusat.

"Belum (diterima), kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat, semuanya pasti akan ada proses, sedang kita tunggu prosesnya," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/rizky armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved