Pelalawan

Pemilik Sabu 2 Kg yang Ditangkap Polres Pelalawan Riau Mengaku Dapat Upah Rp 20 Juta

baru sekali ia mengangkut barang haram itu dari Dumai ke arah Palembang. Upah yang didapatkannya dari bandar besar cukup menggiurkan.

Pemilik Sabu 2 Kg yang Ditangkap Polres Pelalawan Riau Mengaku Dapat Upah Rp 20 Juta
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIK bersama Wakapolres Kompol Rezi Dharmawan didampingi Kepala Satres Narkoba Iptu Romi Irwansyah menggelar konperensi pers pengungkapan narkoba jenis sabu-sabu seberat 2 Kilogram dari seorang tersangka, Kamis (13/6/2019) dari seorang tersangka bernama Rahmat (47). 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Rahmat Suryanto (47) bandar narkoba pemilik 2 Kilogram (Kg) sabu-sabu yang ditangkap Satuan Reserse (Satres) Polres Pelalawan tidak melakukan perlawanan setelah upayanya melarikan diri tidak berhasil, Selas (11/6/2019) lalu.

Rahmat tidak menjawab pertanyaan saat digiring kembali ke tahanan oleh petugas usai konperensi pers yang digelar Kapolres AKBP Kaswandi di lobi mapolres, Kamis (13/6/2019).

Selama proses pres rilis juga di hanya terdiam dan menundukan wajahnya yang sengaja tidak ditutupi sebo.

Sesekali ia tersenyum da terlihat beberapa luka gores kecil dibagian wajahnya.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, baru sekali ia mengangkut barang haram itu dari Dumai ke arah Palembang. Upah yang didapatkannya dari bandar besar cukup menggiurkan.

Baca: Mobil Terperosok Saat Kabur dari Aparat, Begini Drama Penangkapan Bandar Sabu 2 Kg di Pelalawan Riau

"Pengakuannya ia diupah Rp 20 juta untuk membawa sabu itu ke suatu tempat di luar provinsi," kata Kepala Satres Narkoba Polres Pelalawan, Iptu Romi Irwansyah, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (13/6/2019).

Namun polisi belum bisa membeberkan siapa bandar besar, penyuruh, maupun siapa yang memesan. Hal itu masih dalam proses penyelidikan polres dengan berkoordinasi dengan Polda Riau.

Sebab plastik bungkus teh yang dipakai untuk mengemas sabu memiliki kemiripan dengan bungkus teh yang diungkap oleh penegak hukum lainnya di Riau setahun belakangan ini.

"Memang saat penangkapan dia tak melakukan pelawanan makanya tidak perlu dilumpuhkan, hanya berusaha kabur dan setelah terjebak di kubangan lumpur, tak melawan lagi," tandasnya. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved