Kuantan Singingi

Soal Dugaan Bibit Sawit Palsu Wabup Kuansing Disarankan Lapor ke Penegak Hukum

Dikatakan Dosen Universitas Islam Riau (UIR) ini, langkah yang lebih tepat memang melaporkan ke penegak hukum.

Soal Dugaan Bibit Sawit Palsu Wabup Kuansing Disarankan Lapor ke Penegak Hukum
internet
Ilustrasi - Tanaman sawit 

Soal Dugaan Bibit Sawit Palsu, Wabup Kuansing Disarankan Lapor ke Penegak Hukum

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Praktisi hukum pidana Dr Muhammad Nurul Huda SH, MH menyarankan agar Wakil Bupati Kuansing H Halim melaporkan masalah program pembagian bibit sawit gratis ke penegak hukum. Ditenggarai, bibit yang dibagikan palsu.

"Pak Wabup bisa langsung laporkan ke penegak hukum," kata Dr Muhammad Nurul Huda SH, MH, Kamis (13/6/2019).

Dugaan bibit sawit tersebut palsu, datang dari Wabup Halim.

Tuduhan Wabup Halim tersebut terjadi saat menyampaikan sambutan diacara Halal bi Halal Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, Jum'at (7/6/2019) malam pekan lalu.

Baca: Robby Sugara Meninggal Dunia, Aktor Lawas yang Sempat Jadi Artis dengan Bayaran Termahal

Dikatakan Dosen Universitas Islam Riau (UIR) ini, langkah yang lebih tepat memang melaporkan ke penegak hukum. Sehingga masalah tersebut menjadi terang benderang.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan dalam sebuah media online dengan judul "Wabup Kuansing Sebut Bibit Sawit Pengadaan 2017 Palsu", Wabup Halim mengatakan pengadaan bibit sawit tahun 2017 yang dibagikan ke masyarakat bibitnya palsu.

"Bibitnya tidak sesuai speck yang kita ajukan, kalau kita teruskan kadisnya bisa masuk penjara," ujar Halim dikutip dari media online lainnya.

Ia pun mulai berkeluh kesah. Ia mengaku menolak bibit tersebut dan meminta agar dikembalikan. Namun tidak dituruti sebab dirinya hanya sebagai wakil bupati sehingga perintahnya diabaikan. Dan yang lebih membuat dirinya, tersinggung karena ia dituduh ikut bermain proyek pengadaan bibit sawit tersebut.

Kejari Kuansing sendiri enggan dimintai komentarnya soal pembagian bibit sawit gratis ini. Kejari Kuansing juga belum melakukan penyelidikan.

"Ndak ada komen. Kita belum ada penyelidikan bibit sawit," kata Kasi Intel Kejari Kuansing, Kicky Arityanto SH, Kamis (13/6/2019).

Baca: Yakin Prabowo Menang di MK, Gerindra Ajak Parpol Pendukung Jokowi Bergabung

Pada 2017 lalu, Pemkab Kuansing melalui Dinas Pertanian membagikan bibit sawit gratis kepada kelompok tani yang ada di Kuansing. Pembagian bibit sawit ini merupakan salah satu program Mursini - Halim dalam mimimpin Kuansing.

Anggaran bibit sawit bersumber dari APBD 2017. Rencananya pembaguan sawit akan terus dilakukan hingga kepemimpinan Mursini - Halim selesai 2021 nanti.

Pembagian bibit sawit 2017 tersebut menjadi yang pertama. Setelah itu dan hingga kini, tidak ada lagi pembagianbibit sawit dan Halim menuding bibit yang dibagikan 2017 lalu itu merupakan bibit palsu. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan).

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved