Tim Hukum BPN Sebut Kekayaan Jokowi Bertambah Rp13 Miliar dalam 13 Hari

Ketua tim hukum pasangan capres 02, Bambang Wijayanto, memasukkan temuan tersebut dalam perbaikan permohonan sengketa pilpres di MK.

Tim Hukum BPN Sebut Kekayaan Jokowi Bertambah Rp13 Miliar dalam 13 Hari
antara
Ketua Tim Hukum paslon 02 Bambang Widjojanto (kiri), saat mendaftarkan gugatan hasil pilpres di MK beberapa waktu lalu. Bambang mempersoalkan kekayaan paslon 01 Joko Widodo, yang bertambah Rp13 miliar dalam waktu 13 hari. 

tribunpekanbaru.com - Kubu Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mempertanyakan sumbangan dana kampanye pasangan calon 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu dituangkan dalam perbaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres ke Mahkamah Konstitusi MK.

Kubu Prabowo-Sandi menilai, Jokowi-Ma'ruf cacat secara materil karena menggunakan dana yang mereka nilai janggal. Perbaikan permohonan itu ditandatangani oleh Ketua Tim Kuasa Hukum, Bambang Widjojanto. Dalam perbaikan itu, disebutkan ada tiga persoalan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pertama, Bambang mempertanyakan sumbangan pribadi Capres 01 Jokowi dalam bentuk uang sebesar Rp19.508.272.030 sebagaimana tercantum dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) tertanggal 25 April 2019.

Sementara, kata Bambang, dalam LHKPN yang diumumkan KPU pada tanggal 12 April 2019, kas dan setara kas yang dimiliki Jokowi hanya sebesar Rp6.109.234.704.

Bahwa dalam waktu 13 hari menjadi janggal ketika Kas dan Setara Kas di dalam Harta Kekayaan pribadi Joko Widodo berdasarkan LHKPN hanya berjumlah Rp6 miliaran tertanggal 12 April 2019, namun mampu menyumbang ke rekening kampanye sebesar Rp19 miliaran pada tanggal 25 April 2019.

"Jadi bertambah Rp13 miliar hanya dalam waktu 13 hari," kata Bambang dalam perbaikan permohonan yang bagikan pada pers, Rabu (12/6) sore lalu.

Kedua, lanjut Bambang, berdasarkan LPSDK Jokowi-Ma'ruf tertanggal 25 April 2019, ditemukan adanya sumbangan dari Perkumpulan Golfer TRG sebesar Rp18.197.500.000 dan Perkumpulan Golfer TBIG sebesar Rp19.724.404.138.

Bambang merujuk pada hasil rilis dan analisis ICW yang menduga bahwa Golfer RTG dan Golfer TBIG adalah dua perusahaan milik Wahyu Sakti Trenggono (Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf), yakni PT Tower Bersama Infrastructure TBK, dan Teknolgi Riset Global Investama.

Menurut Bambang, ICW dalam analisisnya patut menduga sumbangan melalui sumber kelompok perusahaan Golfer, bertujuan untuk mengakomodasi penyumbang yang tidak ingin diketahui identitasnya.

"Mengakomodasi penyumbang perorangan yang melebihi batas dana kampanye Rp2.500.000.000 dan teknik pemecahan sumbangan dan penyamaran sumber asli dana kampanye diduga umum terjadi dalam pemilu," kata Bambang memaparkan.

Persoalan ketiga, tim hukum Prabowo-Sandi menemukan adanya dugaan sumber fiktif dari penyumbang dana kampanye Jokowi-Ma’ruf, yakni dari kelompok Wanita Tangguh Pertiwi, Arisan Wanita Sari Jateng, dan Pengusaha Muda Semarang. Tim Hukum Prabowo-Sandi pun menyertakan identitas tiga penyumbang itu.

Menurut Bambang, dari tiga kelompok tersebut sangat jelas menunjukkan adanya kecurangan dengan alamat yang sama. Jokowi diduga menyamarkan sumber asli dana kampanye yang bertujuan memecah sumbangan agar tidak melebih batas dana kampanye dari kelompok sebesar Rp25.000.000.000.

Bambang menyebut, fakta sumbangan dari kelompok dengan pimpinan yang sama (terbukti dari NPWP dan alamat sama) sebesar Rp33.963.880.000, sudah melebihi batas sumbangan dana kampanye berasal dari kelompok sebesar Rp25.000.000.000.

"Fakta di atas menegaskan adanya pelanggaran atas asas prinsip kejujuran dan keadilan dalam penyampaian Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye. Hal tersebut juga melanggar Pasal 525 UU No 7 tahun 2017," kata Bambang.

"Hal di atas juga menjelaskan ada isu moralitas yang seharusnya menjadi concern dalam penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden. MK sebagai the guardian of constitution dan the protector of democracy, patut menggali lebih dalam hal ini guna mewujudkan keadilan substantif," ujarnya lagi. (rin/rol)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved