Berita Riau

5 Orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi di PT PER Milik Pemprov Riau Diperiksa

Penyimpangan atas pencatatan laporan nominatif kredit ini, terjadi pada per 31 Desember 2014, per Desember 2015, per Desember 2016, dan per 31 Desembe

5 Orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi di PT PER Milik Pemprov Riau Diperiksa
Kompas.cpm
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Jaksa penyidik dari Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri atau Kejari Pekanbaru saat ini sedang mendalami dugaan kasus korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

Setelah dilakukan penyelidikan, dengan pengumpulan data dan keterangan saksi, kasus dugaan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, naik ke tahap penyidikan.

"Sekarang sudah dilimpahkan ke Seksi Pidsus, dinaikkan ke tahap penyidikan," kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Pekanbaru, Budiman, Jumat (14/6/2019).

Budiman melanjutkan, dugaan korupsi ini terjadi dalam rentang waktu 2013 - 2015, saat PT PER melakukan penyaluran kredit bakulan, atau kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dimana dalam prosesnya, diduga telah terjadi penyimpangan.

Baca: Hasil RUPS LB PT PER Dianulir Wakil Rakyat di DPRD Riau, Dinilai Tidak Sesuai Aturan

"Diantaranya penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada 7 perjanjian kredit, atas nama 3 mitra usaha, pencatatan dalam laporan nominatif kredit lapping sebesar Rp1,2 miliar lebih," kata Budiman.

Penyimpangan atas pencatatan laporan nominatif kredit ini, terjadi pada per 31 Desember 2014, per Desember 2015, per Desember 2016, dan per 31 Desember 2017.

"Terdapat penyimpangan pemberian 3 fasilitas kredit baru kepada 2 mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet," paparnya lagi.

"Terdapat penggunaan fasilitas kredit yang diterima 2 mitra usaha, yang tidak disalurkan kepada anggota mitra usaha. Tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER," lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni menuturkan, terkait ini sudah ada 5 orang saksi yang dipanggil untuk diperiksa.

Namun pihaknya enggan membeberkannya secara detail.

Baca: Tak Satupun BUMD Riau Capai Target Deviden

"Saksi belum bisa disebutkan, ada 5 orang dari PT PER. Ada yang sebagian aktif, ada yang sudah pensiun. Diantaranya mantan Direktur Utama (Dirut), Komite, Manajer Bisnis Komersial," sebutnya.

Yuriza mengungkapkan, untuk peran serta mereka masih didalami. Sejauh ini belum ada yang ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Dia menambahkan, terkuaknya kasus dugaan korupsi ini, berdasarkan laporan dari pihak PT PER sendiri ke Kejari Pekanbaru.

"Berdasarkan laporan pihak PT PER sendiri. Sebelumnya sudah ada audit dari satuan internal mereka. Jadi ini kerugiannya masih bisa bertambah atau berkurang. Karena baru dugaan awal," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved