Kampar

Mahasiswa di Kampar Mendesak Pemerintah Selesaikan Sengketa Warga Desa Koto Aman dengan PT SBAL

para mahasiswa menganggap penahanan aktifis Dabson mencederai demokrasi di Kabupaten Kampar.

Mahasiswa di Kampar Mendesak Pemerintah Selesaikan Sengketa Warga Desa Koto Aman dengan PT SBAL
Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby
Suasana diskusi para mahasiswa Kampar membahas sengketa Desa Koto Aman, Kamis (13/6) di Cafe Tuah Sungai Jantan Bangkinang, Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR- sejumlah keorganisasian pemuda mahasiswa di Kampar menggelar temu diskusi di Cafe Tuah Sungai Jantan Bangkinang membicarakan kondisi Kabupaten Kampar terkini, Kamis (13/6).

Puluhan perwakilan keorganisasian mahasiswa di Kabupaten Kampar hadir dalam acara tersebut.

Dalam pertemuan tersebut para cendikia muda asal Kampar tersebut membahas tentang perkembangan dari sengketa masyarakat Desa Koto Aman dengan PT Sekar Bumi Alam Lestari atau PT SBAL.

Salah satu yang menjadi perhatian mahasiswa yakni terkait ditahannya aktifis perjuangan hak masyarakat Desa Koto Aman yakni Dabson dua hari sebelum lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah lalu.

Baca: Sikapi Konflik Koto Aman dan PT SBAL, Bupati Kampar Riau Akan Minta Laporan Komprehensif dari Staf

Baca: DPRD Kampar Riau Minta PT SBAL Kooperatif untuk Menyelesaikan Sengketa Lahan dengan Masyarakat

Baca: Disperinnaker Kampar Akan Panggil TKA Presdir PT SBAL

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa antaranya Ikatan Pelajar Mahasiswa Kampar Pekanbaru, Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar Pekanbaru, Ikatan Pelajar Mahasiswa Jakarta, Forum Komunikasi Mahasiswa Kampar se- Indonesia, Perwakilan BEM SRI Korda Kampar, Perwakilan Mahasiswa Universitas Pahlawan (Kampar). Alumni Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar Pekanbaru.

Selain itu hadir pula dalam pertemuan tersebut perwakilan da4i kuasa hukum Dabson.

Dari diskusi yang diadakan oleh para mahasiswa kurang lebih selama dua jam ini para mahasiswa menganggap penahanan aktifis Dabson mencederai demokrasi di Kabupaten Kampar.

Perwakilan Mahasiswa, Hadi yang juga menjadi Ketua HMOK Pekanbaru mengatakan penangkapan aktifis Desa Kota Aman terkait sengketa PT SBAL mencedrai demokrasi.

Menurut para mahasiswa dalam kasus ini aktifis Dabson di kriminalisasi.

Baca: Kades Kota Garo dan Ninik Mamak Tantang PT SBAL Ukur Ulang HGU

Baca: Tindaklanjuti Laporan Nenek Dianiaya PT SBAL, Ombudsman Turun ke Kota Garo

Baca: Terima Laporan, Ombudsman Riau Akan Cek HGU PT SBAL

"Dari pertemuan ini kita para mahasiswa bersepakat akan melakukan hearing ke DPRD Kampar dan Pemda Kampar terkait permasalahan penahanan aktifis Dabson dan sengketa lahan masyarakat Desa Koto Aman dengan PT SBAL," katanya.

Hadi mewakili para mahasiswa mengatakan pemerintah Kabupaten Kampar baik eksekutif maupun legislatif mesti bertanggung jawab atas apa yang terjadi antara masyarakat Desa Koto Aman dan PT SBAL.

"Pemerintah memiliki tugas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi," ungkapnya.

Ia mengatakan mahasiswa mendesak pemerintah dan legislatif untuk membuat tim penyelesaian konflik lahan tersebut.(Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved