Padang Akan Aktifkan Lagi Kereta Api ke Stasiun Kota Tua untuk Dukung Pariwisata

Rencananya, kereta api yang menghubungkan Pariaman dengan Kota Tua Padang, akan beroperasi kembali akhir tahun ini.

Padang Akan Aktifkan Lagi Kereta Api ke Stasiun Kota Tua untuk Dukung Pariwisata
antara
Kereta api melintas di kawasan Tabing, Padang, beberapa waktu lalu. KAI berencana mengaktifkan lagi jalur kereta ke kawasan wisata Kota Tua di Padang. 

tribunpekanbaru.com - Pengembangan destinasi wisata menjadi salah satu pertimbangan, untuk pengaktifan kembali jalur kereta api (KA) di Sumatra Barat (Sumbar). Selain itu, tujuan utamanya adalah memberikan akses transportasi yang aman dan nyaman kepada masyarakat.

"Tahun ini akses kereta api stasiun Simpang Haru, Padang, menuju Pulau Aia diaktifkan kembali. Jalur ini bisa memberi akses wisata Kota Tua bagi penumpang," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, Catur Wicaksono di Padang, Jumat (14/6).

Hal itu disampaikan terkait upaya pengaktifan kembali sejumlah ruas rel kereta api di Sumbar secara bertahap hingga 2024. Nantinya, penumpang dari Pariaman tidak hanya berhenti di Stasiun Simpang Haru, namun bisa lanjut berwisata ke Kota Tua di pinggiran Batang Arau dengan berhenti di Stasiun Pulau Aia.

"Akses wisatanya jadi timbal balik. Penumpang dari Padang bisa berwisata di Pariaman, orang dari Pariaman bisa pula berwisata ke Kota Tua, Padang," jelas Catur.

Sebelum ini, rata-rata penumpang berwisata dari Padang ke Pariaman menggunakan kereta api, karena Stasiun di Pariaman memang berada tepat di lokasi pantai yang menarik. Sore hari mereka bisa kembali ke Padang dengan kereta api juga.

Di sisi lain, arus dari Pariaman ke Padang biasanya didominasi pekerja dan mahasiswa yang butuh akses cepat dan murah. Sebagai kereta api perintis, harga tiket Pariaman-Padang sangat murah karena disubsidi. Waktu tempuh juga cepat, hanya sekitar 45 menit untuk panjang lintasan 70 kilometer.

Waktu tempuh itu lebih efektif di banding transportasi darat lainnya yang memakan waktu 1,5 hingga dua jam, tergantung kondisi lalu-lintas. Menurut Catur, Balai Perkeretaapian menggelontorkan dana sekitar Rp40 miliar tahun ini untuk mengaktifkan jalar Simpang Haru-Pulau Aia.

Pembersihan rel dan stasiun Pulau Aia sudah mulai dikerjakan. Secara bertahap jalur itu akan diperbaiki hingga dijadwalkan bisa dilewati kereta api akhir tahun ini.

Catur mengakui ada sejumlah kendala yang dihadapi untuk mengaktifkan jalur yang telah bertahun-tahun mati tersebut. Salah satunya adalah pemukiman warga yang terlalu dekat dengan rel. Namun bersama pemerintah daerah sudah sosialisasi untuk sterilisasi jalur rel dari Simpang Haru hingga Pulau Aia. "Kita optimistis terlaksana tahun ini," ujarnya.

Ke depan, untuk meningkatkan akses pariwisata, jalur kereta api dari Pulau Aia itu akan diteruskan hingga stasiun di Muaro Pantai Padang. Lokasi tersebut merupakan salah satu destinasi favorit di Ibukota Provinsi Sumbar itu. (rol/ant)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved