Indragiri Hilir

Potensi Daerah Belum Tereksplorasi Optimal, Kabupaten Inhil Genap Berusia 54 Tahun

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menginjak usia 54 tahun pada 2019 ini. Sederet pencapaian dan resolusi telah ditorehkan.

Potensi Daerah Belum Tereksplorasi Optimal, Kabupaten Inhil Genap Berusia 54 Tahun
TRIBUNPEKANBARU/TM FADHLI
Suasana rapat paripurna istimewa dalam rangka milad ke-54 Kabupaten Inhil tahun 2019 di kantor DPRD Inhil Jalan Subrantas Tembilahan, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menginjak usia 54 tahun pada 2019 ini. Sederet pencapaian dan resolusi di berbagai bidang mulai dari ekonomi, infrastruktur hingga sumber daya manusia telah ditorehkan.

Meskipun begitu, Bupati Inhil HM Wardan mengakui masih banyak hal yang mesti dibenahi.
Menurut Bupati, masih terdapat banyak potensi daerah yang belum dieksplorasi secara optimal.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan intensitas koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan di Kabupaten Inhil," ujar Bupati Wardan saat memaparkan pencapaian Kabupaten Inhil dan resolusi daerah pada rapat paripurna istimewa dalam rangka milad ke-54 Kabupaten Inhil di kantor DPRD Inhil, Jalan Subrantas Tembilahan, Jumat (14/6/2019).

Inhil sebagai kabupaten terluas di Provinsi Riau, dikatakan Bupati, perlu peningkatan koordinasi dan komunikasi agar terjalin sinergitas dalam upaya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Koordinasi dan komunikasi, tidak hanya diperlukan pada tataran kabupaten, namun juga mesti dijalin secara horizontal, baik dengan Pemprov Riau maupun pemerintah pusat.

"Inhil merupakan daerah yang sangat luas. Untuk melaksanakan pembangunan secara merata diperlukan anggaran yang besar. Tidak hanya besar namun juga kontiniutas. Sementara, yang kita tahu APBD kita terbatas setiap tahunnya. Maka itu, perlu koordinasi dan komunikasi dengan provinsi dan pusat," jelas Bupati.

Wardan menilai, tidak adanya koordinasi dan komunikasi, khususnya antara Pemkab Inhil dengan Pemprov Riau maupun pemerintah pusat, maka progres pembangunan daerah akan relatif lamban.

"Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang intensif, peluang untuk kita bisa memperoleh anggaran provinsi dan pusat akan lebih terbuka lebar. Ini adalah langkah yang kita ambil dalam rangka percepatan pembangunan daerah," tutur Wardan.

Dalam konteks percepatan pembangunan daerah, Bupati Wardan akan mengarahkan seluruh perangkat daerah untuk terlebih dahulu memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Jabarkan tupoksi, berdayakan potensi - potensi yang ada sehingga kita dapat mempercepat pembangunan daerah dengan hasil yang maksimal," tukas Bupati. (Tribunpekanbaru/tengku muhammad fadhli)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved