SADIS! Karena Hal Sepele Ini, Bocah 9 Tahun Dimutilasi Ibunya yang Penyuka Sesama Jenis

Ibu bernama Rosana Candido kemudian meminta pasangan sejenisnya, Kacyla Pessoa, untuk membantunya melaksanakan aksi sadisnya dengan menyingkirkan jena

SADIS! Karena Hal Sepele Ini, Bocah 9 Tahun Dimutilasi Ibunya yang Penyuka Sesama Jenis
Kompas.com
Rosana Candido (kiri) dan pasangannya Kacyla Pessoa saat ditangkap oleh Kepolisian Samambaia, Brasil. Keduanya mengaku bersalah sudah memenggal dan memutilasi putranya yang berusia sembilan tahun. 

SADIS! Karena Hal Sepele Ini, Bocah 9 Tahun Dimutilasi Ibunya yang Penyuka Sesama Jenis 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang ibu biasanya memiliki sikap yang lembut dan penuh kasih sayang kepada anaknya.

Jika anaknya melakukan kesalahan seharusnya membimbingnya supaya ke jalan yang benar.

Namun, berbeda dengan ibu ini dia melakukan aksi bengis dan bahkan membunuh anaknya dengan cara yang sangat keji.

Seorang ibu di Brasil dituduh telah memenggal anaknya setelah terlebih dahulu menikamnya setelah si bocah berkata kepadanya ingin jadi perempuan.

Ibu bernama Rosana Candido kemudian meminta pasangan sejenisnya, Kacyla Pessoa, untuk membantunya melaksanakan aksi sadisnya dengan menyingkirkan jenazah si bocah.

Dari keterangan polisi seperti dilansir Daily Mirror Jumat (14/6/2019), keduanya berusaha menyembunyikan kejahatan dengan membakar potongan jenazah bocah bernama Rhuan itu.

Baca: LIVE MotoGP Catalunya: Marquez Acungkan Tinju kepada Lorenzo, Tonton VIDEO-nya di Sini

Baca: VIDEO LIVE Streaming Venezuela vs Peru Copa America 2019 Minggu Dini Hari, Venezuela Diunggulkan!

Baca: Inilah 10 Fakta Negara Vanuatu, Lawan Timnas Indonesia di Ajang FIFA Matchday

Kemudian sebagian lagi disimpan dalam koper yang ditaruh di got, dan beberapa dimasukkan dalam dua tas yang berada di rumah mereka di kawasan Samambaia.

Perempuan berusia 27 dan 28 tahun itu sudah mengakui perbuatan mereka di hadapan polisi, dengan ancaman dijerat pasal penyiksaan, pembunuhan, dan menyembunyikan bukti.

Kepada penyidik, Candido dan Pessoa mengatakan mereka melakukan pembunuhan itu setelah marah mendengar pengakuan Rhuan bahwa dia ingin mnejadi perempuan.

Baca: Pertahankan Identitas Hijab, Wildatul Muslimah Sukses Tekuni Dunia Modeling

Baca: Diangkut Pakai Truk 3 Jam & Alami Dehidrasi,2 Gajah Jinak Akhirnya Sukses Giring Kawanan Gajah Liar

Baca: Begini Cara Setya Novanto Menyamar hingga Bisa Jalan-jalan di Galeri di Bandung Didampingi Perempuan

Candido mengungkapkan dia menganggap anak itu adalah beban dan dia sama sekali tidak menyayangi anak itu karena Candido merupakan korban pemerkosaan.

Ayah Rhuan yang Acre menuturkan Candido kabur dengan membawa anak itu lima tahun silam setelah kehilangan hak asuhnya, dan tinggal bersama Pessoa.

Kepala Polisi Guilherme Melo mengatakan kekejaman yang diperlihatkan oleh dua perempuan itu begitu mengejutkan para penyidik yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Bocah itu dipenggal, disiksa, dan jenazahnya dimutilasi oleh ibunya sendiri. Ini adalah kasus yang benar-benar mengerikan," kata Melo kepada O Tempo. (Ardi Priyatno Utomo/Kompas.com)

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved