Sepekan Tertutup Longsor 4 Desa di Luwu Terisolir, Banjir Masih Rendam 42 Desa di Konawe Utara

Pemerintah Kabupaten Luwu, belum menurunkan bantuan berupa alat berat untuk mengeruk material longsor, padahal sudah sepekan jalan kecamatan terisolir

Sepekan Tertutup Longsor 4 Desa di Luwu Terisolir, Banjir Masih Rendam 42 Desa di Konawe Utara
KOMPAS.com/AMRAN AMIR
Longsor di Desa Pajang, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, membuak 4 desa terisolir, aktifitas warga lumpuh, Sabtu (15/06/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Empat desa di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terisolir akibat longsor yang menutup badan jalan penghubung antar kecamatan di Desa Pajang. Longsor sudah terjadi sejak sepekan, akibat diguyur hujan deras.

Jalan yang menghubungkan antara Desa Pajang dengan desa lainnya seperti Desa Lambanan, Desa Buntu Sarre, dan Desa Tibussan, di Kecamatan Latimojong, membuat aktifitas perekonomian warga, lumpuh total.

Pemerintah Kabupaten Luwu, belum menurunkan bantuan berupa alat berat untuk mengeruk material longsor, padahal sudah sepekan jalan kecamatan terisolir.

Kepala Desa Pajang, Sayang Kuneng mengatakan, jika akses jalan tidak segera dibuka, warga di 4 desa bisa mengalami krisis pangan.

Baca: Longsor di Jalan Padang-Padang Panjang setelah Lembah Anai, Kendaraan Mengular hingga 3 Kilometer

Baca: Longsor Sawahlunto, Menerjang 3 Kecamatan hingga 30 Rumah Terdampak, Begini Kondisinya

"Warga terisolir karena longsor menutup jalan desa, jalan ini merupakan satu-satunya akses kami menuju ibu kota," katanya, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/6/2019).

Karena belum ada alat berat yang diturunkan pemerintah, warga bergotong royong membersihkan jalan yang tertutup material longsor, berupa lumpur dan batang kayu agar akses mereka segera terbuka.

Dengan peralatan seadanya, cangkul, sekop dan parang, warga berusaha membuka akses jalan agar dapat dilalui sepeda motor.

Menurut warga setempat Marwan mengatakan bahwa sejak terjadi longsor, hasil bumi mereka seperti kopi, kakao, dan cengkeh hanya tinggal di rumah karena belum sempat dijual ke kota.

"Hanya ini jalan kami, tiap hari ke kota untuk menjual hasil bumi dan membeli kebutuhan sehari-hari, tapi karena tertutup kami dengan bergotong royong berupaya membuka jalan sekedar dilalui roda dua," ucapnya.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Luwu segera menurunkan alat berat untuk mengeruk material longsor.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved