Startup Pekanbaru Beramal Bikin Website untuk Masjid

Startup Pekanbaru memiliki cara sendiri untuk beramal. Komunitas ini menyumbangkan website kepada masjid.

Startup Pekanbaru Beramal Bikin Website untuk Masjid
foto/isitmewa
Startup Pekanbaru menyumbangkan website kepada masjid melalui program Lailatul Coding pada Bulan Suci Ramadhan lalu. 

"Startup itu sederhananya adalah usaha yang model bisnisnya belum jelas," ungkap pria 25 tahun ini.

Mufid menyebutkan, Startup Pekanbaru pernah menghadirkan pembicara dari Traveloka dalam talkshow membahas dunia desain.

Anggota diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui bisnisnya. "Jadi bukan investement. Tapi problem solving," kata Cofounder IDCloudHost, perusahaan web hosting di Indonesia.

Di samping itu, komunitas juga sering membahas benturan regulasi, pajak dan legalitas Startup.

Mufid menyebutkan, komunitas berdiri pada 10 Juli 2017. Startup Pekanbaru dihadirkan untuk mewadahi para pelaku Startup. Komunitas telah beranggotakan sekitar 70 orang pelaku Startup.

"Kalau pelaku Startup aja sudah 70 orang. Belum yang publik, yang baru mau memulai bisnis," ujar alumnus Telkom University Bandung ini. Kebanyakan anggota berbisnis Programming, Developer Aplikasi dan Design.

Mufid menjelaskan, Startup Pekanbaru fokus memperkenalkan Startup ke kampus dalam tahun 2019 ini.

Komunitas ingin membangun sebuah ekosistem yang mampu bersaing di era digitalisasi.

"Banyak yang nggak mampu mengimplementasikan digitalisasi. Walau sadar dan yakin, digitalisasi sangat membantu," kata pemilik Co-Working and Office Space Meetup di Jalan Todak, Pekanbaru ini.

Ciptakan Metodologi Project

Halaman
123
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved