Berawal dari Pelepah Jatuh, Tiga Orang Tewas Tersengat Listrik di Kamar Mandi

Tiga orang dalam satu keluarga di Dumai, tewas tersengat listrik di kamar mandi. Peristiwa terjadi saat hujan deras mengguyur.

Berawal dari Pelepah Jatuh, Tiga Orang Tewas Tersengat Listrik di Kamar Mandi
Polres Dumai
Babinkamtibmas Jaya Mukti melakukan pemeriksaan di lokasi tewasnya tiga warga akibat tersengat aliran listrik. 

tribunpekanbaru.com - Babinkamtibmas Kelurahan Jaya Mukti, Kota Dumai, mendatangi lokasi peristiwa warga yang terkena setrum listrik, di Jalan Kesuma Gg Sukaramai RT 22 Jaya Mukti, pada Sabtu (15/6) lalu.

Paur Humas Polres Dumai, Iptu Dedi Nofarizal mengatakan, kunjungan itu dilakukan setelah tiga orang warga meninggal akibat tersengat listrik.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (15/6) lalu sekitar pukul 02.00 dinihari saat hujan deras. Sebuah pelepah terdengar jatuh tepat di belakang kamar mandi korban bernama Muhiono (35).

Korban yang hendak memperbaiki bagian rumahnya yang tertimpa pelepah itu, ternyata disengat listrik setelah terlilit tali jemuran berbahan stainless steel.

"Karena mendengar jeritan korban pertama, orangtuanya bernama Misro (55) mendatangi kamar mandi tersebut untuk menolong anaknya. Naas, beliau juga ikut tersengat hingga meninggal," ujar Dedi.

Dilanjutkan, ayah korban sebelum meninggal juga sempat berteriak sehingga memancing perhatian Misia (50), istrinya. Misia yang langsung masuk ke dalam kamar mandi, juga ikut tersengat aliran listrik melalui air yang menggenangi kamar mandinya.

"Jadi ketiga korban meninggal di tempat di sekitar kamar mandi rumahnya tersebut," terangnya lagi.

Mendengar teriakan kedua orangtuanya tersebut, anak kedua mereka bernama Erwin dengan dibantu adiknya bernama Supriadi, berusaha menolong ketiga korban tersebut. Namun melihat adanya aliran listrik di kamar mandi, keduanya terlebih dahulu menggunakan sepatu dan alat yang tidak menghantarkan listrik.

Ketiga korban kemudian berhasil dikeluarkan dari kamar mandi dan dibawa ke rumah sakit. Namun sayang, ketiga korban tersebut tak dapat diselamatkan lagi. "Saat dibawa ke rumah sakit, masih tersisa aliran listrik di tubuh korban," papar Dedi.

Maksud kedatangan Bhabinkamtibmas tersebut, menurutnya adalah untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan. "Kami dari kepolisian juga ingin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban kepada keluarga ditinggalkan," tuturnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved