Pekanbaru

Kurangi Dampak Banjir, Sungai Bintungan di Perbatasan Pekanbaru- Kampar Bakal Dinormalisasi

Kondisi ini terjadi karena ada penyempitan di aliran sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar.

Kurangi Dampak Banjir, Sungai Bintungan di Perbatasan Pekanbaru- Kampar Bakal Dinormalisasi
Istimewa
Banjir yang melanda Desa Buluh Cina Kacamatan Siak Hulu, Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Kawasan di Jalan Cipta Karya Ujung, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru jadi satu titik banjir terparah pekan lalu. Tinggi air mencapai lebih dari setengah meter lebih.

Banjir di kawasan itu adalah dampak dari luapan air dari aliran Sungai Bintungan. Kondisi ini terjadi karena ada penyempitan di aliran sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar.

Upaya normalisasi Sungai Bintungan segera digesa guna mengurangi dampak banjir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru sudah kordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Kampar.

"Kita juga sudah kordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Riau. Nantinya alat berat bakal disiagakan untuk menanggulangi banjir di kawasan Tampan," jelas Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Minggu (16/6/2019).

Baca: Genangan Air Sempat di Atas 50 Cm BPBD Siapkan Perahu Karet, Banjir di Pekanbaru Sudah Mulai Surut

Menurutnya, upaya normalisasi seiring dengan pengerukan drainase di kawasan Tampan dan sekitarnya. Dinas juga berencana melakukan normalisasi terhadap aliran Sungai Air Hitam di Kecamatan Payung Sekaki.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengaku bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah kota.
Penanganan banjir harus tuntas dari hulu hingga hilir.

"Jadi pernasalahannya tidak cuma di hulu saja. Perlu dituntaskan di kawasan hilirnya, tapi itu ada di wilayah Kabupaten Kampar," paparnya.

Baca: Wali Kota Pekanbaru Sebut Tak Bisa Sendiri Atasi Banjir, Harus Libatkan 3 Daerah Lain & Provinsi

Ia menyebut penanganan banjir ini bakal dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kampar dalam kordinasi regional Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan. Upaya penanganan banjir juga melibatkan Pemerintah Provinsi Riau.

Ada kordinasi antara Bappeda, Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup masing-masing daerah untuk menangani banjir sesuai tugasnya. Ia menargetkan solusi banjir ini sudah dibahas pada 2019 ini.

"Jadi ini masalah regional, kita berada di hulu. Saat hilir tidak tuntas, banjir bakal tetap terjadi," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved