Siak

Pemkab Siak Gesa Peluang Pariwisata Halal

Sebagai daerah yang didiami masyarakat melayu yang identik dengan Islam, menjadi modal bagi Pemkab Siak dalam mengemas Negeri Istana sebagai tujuan

Pemkab Siak Gesa Peluang Pariwisata Halal
Istimewa
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang pengembangan pariwisata halal Riau dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI di Jakarta, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sekdakab Siak HTS Hamzah menggesa percepatan perwujudan pariwisata halal. Tujuannya untuk mendapatkan pengakuan demi kemajuan wisata religi yang diusung sebelumnya.

Menurut HTS Hamzah, wisata halal merupakan konsep yang terbilang baru dalam kajian pariwisata dewasa ini. Ia menganggap wisata halal sebagai alternatif bagi wisatawan yang tidak sekadar ingin mendapatkan kebutuhan wisata, tetapi juga kebutuhan spritual.

"Sebagai daerah yang didiami masyarakat melayu yang identik dengan Islam, menjadi modal bagi Pemkab Siak dalam mengemas Negeri Istana sebagai tujuan wisata baru yang mengusung konsep pariwisata halal yang maju di Pulau Sumatra," kata dia, Minggu (16/6/2019).

Ia mengatakan, keseriusan Pemkab Siak dalam menggesa wisata halal sudah dimulai. Beberapa kali ia memimpin rapat untuk membicarakan progres konsep wisata halal tersebut.

Baca: Siak Jadi Tuan Rumah Festival Pusaka Nusantara ke VIII 2020

"Dalam konteks perkembangan pariwisata halal, yang tidak bisa dilepaskan dari konsep awalnya sebagai wisata religi yang berkembang menjadi pariwisata syariah, yang kemudian berkembang menjadi wisata halal," kata dia.

Ia melanjutkan, pelaksanaan pariwisata halal tidak saja terfokus pada kemasan produk makanan. Akan tetapi juga sarana umum hotel dan rumah makan, kedai kopi dan café serta tempat pemotongan hewan harus menerapkan konsep halal.

Penerapan wisata halal di kabupaten Siak didasari Peraturan Bupati Siak 02 tahun 2017 kemudian Keputusan Bupati Nomor 56 Tentang Kelompok Kerja (Pokja) Pariwisata Halal.

Atas dasar itu kata dia dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman lintas OPD antara Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian, UMKM, Pendidikan, Kemenag, LAM, dan MUI tentang pelaksanaan pariwisata halal.

"Tujuannnya agar pelaksanaanya berjalan dengan baik," kata dia.

Baca: Riau Menuju Wisata Halal, Ini Yang Dilakukan Dinas Pariwisata Riau

Dijelaskannya, pelaksanaan wisata halal ini sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Siak.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved