Indragiri Hulu

Ukuran Badan dan Gading Gajah Latih Jadi Satu Faktor Keberhasilan Penggiringan Gajah

Ternyata ukuran badan dan gading gajah latih menjadi salah satu penentu upaya penggiringan.

Ukuran Badan dan Gading Gajah Latih Jadi Satu Faktor Keberhasilan Penggiringan Gajah
Dok. BBKSDA Riau
FOTO ILUSTRASI - Gajah jinak diturunkan untuk membantu petugas gabungan BBKSDA Riau untuk proses penggiringan enam kawanan gajah liar yang masuk ke kawasan perkebunan warga di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. 

Ukuran Badan dan Gading Gajah Latih Jadi Satu Faktor Keberhasilan Penggiringan Gajah

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Dua ekor gajah latih yang didatangkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menggiring empat gajah liar di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ternyata cukup disegani oleh kelompok gajah liar itu.

Hal ini terlihat saat upaya penggiringan yang dilakukan oleh tim BKSDA di Kelurahan Batu Rijal, Kecamatan Peranap, Kabupaten Inhu.

Di samping karena faktor pengalaman, namun ternyata ukuran badan dan gading gajah latih menjadi salah satu penentu upaya penggiringan.

Gajah latih dan gajah liar di Kecamatan Peranap, Inhu saling membelakangi dan saling bersentuhan. Perilaku itu menunjukan gajah liar menunjukan rasa segan.
Gajah latih dan gajah liar di Kecamatan Peranap, Inhu saling membelakangi dan saling bersentuhan. Perilaku itu menunjukan gajah liar menunjukan rasa segan. (Istimewa)

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Wilayah I BKSDA, Andri Hansen Siregar kepada Tribuninhu.com dua ekor gajah latih yang didatangkan itu memang memiliki usia yang sudah tua dan ukuran badan dan gading yang lebih besar bila dibandingkan empat gajah liar.

"Gajah latih kita yang bernama Indro sudah berusia 35 tahun kalau Rahman sudah berusia 40 tahun, dan kedua gajah ini sudah berpengalaman dalam mitigasi konflik gajah di beberapa wilayah," katanya, Minggu (16/6/2019).

Baca: Daya Tampung Terbatas, CJH Tidak Diinapkan di Embarkasi Haji Antara Riau

Baca: PSPS Riau Menang 2-1 Lawan Tornado Dalam Laga Uji Coba Jelang Liga 2

Saat dipancing tampak salah satu gajah liar membelakangi gajah latih.

"Apabila gajah tersebut saling berhadap-hadapan, maka itu artinya gajah liar itu menunjukan keberaniannya. Namun kalau gajah itu saling membelakangi dan saling bersentuhan itu artinya gajah liar tersebut menunjukan rasa segannya," kata Andri menjelaskan perilaku gajah tersebut.

Kejadian gajah latih dan gajah liar saling membelakangi serta saling bersentuhan tersebut berlangsung cukup lama. Hal itu kemudian memudahkan penggiringan.

Saat dalam perjalanan menuju kantong gajah di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN), tim harus bisa menyesuaikan waktu.

Halaman
12
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved