Sikap Tak Terduga Tim BPN 02 yang Diduga Hanya Boleh Hadirkan 2 Ahli dan 15 Saksi: Habislah Kami!

Kekhawatiran tersebut berdear kabar pihak yang berperkara disidang sengketa hasil Pilpres 2019 hanya boleh menghadirkan 2 orang ahli dan 15 saksi

Sikap Tak Terduga Tim BPN 02 yang Diduga Hanya Boleh Hadirkan 2 Ahli dan 15 Saksi: Habislah Kami!
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto memberikan pemaparan bukti kecurangan Pilpres 2019 pada sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum BPN. 

Sikap Tak Terduga Tim BPN 02 yang Diduga Hanya Boleh Hadirkan 2 Ahli dan 15 Saksi: Habislah Kami!

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ada kekhawatiran dari pihak tim kuasa Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat ini.

Kekhawatiran tersebut atas berdear kabar bahwa pihak yang berperkara disidang sengketa hasil Pilpres 2019 hanya boleh menghadirkan 2 orang ahli dan 15 saksi untuk membuktikan gugatannya.

Hal tersebut disampaikan Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah saat menjadi narasumber di program Apa Kabar Indonesia Pagi, seperti yang dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube Talk Show tvOne, Minggu (16/6/2019).

Dalam pemaparannya, Nasrullah mengaku khawatir pada kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya hanya memiliki kesempatan menghadirkan 2 ahli dan 15 saksi dalam persidangan.

Hal ini membuat Nasrullah menganggap semua akan sia-sia jika kabar tersebut benar adanya.

"Saya ingin katakan begini. Ini kan kami menggugat, kami mendalilkan, kami harus mengajukan bukti-bukti," kata Nasrullah.

Baca: Reaksi Syahrini saat Diajak Reino Barack Berenang dengan Hiu di Pulau Bora Bora

Baca: Terkait Jatuhnya 2 Pesawat 737 Max, Lion Air & Ethiopian Airlines-Boeing Akui Telah Buat Kesalahan

Baca: Viral Video Asusila Jangan Kasih Nyala Blitz-nya, Siswa-siswi dan Keluarga Pelaku Mengungsi

"Yang sangat mengkhawatirkan kami sekarang adalah, kalau benar ini informasi yang sudah beredar, kalau benar isunya bahwa untuk masing-masing pihak yang berperkara, hanya diberi kesempatan 2 orang ahli, 15 orang saksi, kalau itu benar, habis kami," ungkapnya.

Nasrullah mengatakan, jika kabar soal pembatasan ahli dan saksi ini benar, maka jelas ada upaya untuk menciptakan keadaan bahwa kubu 02 tidak bisa membuktikan dalilnya.

"Coba, bagaimana dalil kami begitu banyak, terkait dengan persoalan-persoalan itu, kami hanya diberikan dua orang ahli dan 15 saksi," ungkap Nasrullah.

"Nah, fakta yang terjadi di seluruh Indonesia. Dan hanya 15 saksi."

Halaman
12
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved