Gawat, PSPS Punya Utang Sekitar Rp2 Miliar, Manajer Mengundurkan Diri

Manajer PSPS, Ari Nugroho, mengundurkan diri dan menyerahkan pengelolaan klub kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Gawat, PSPS Punya Utang Sekitar Rp2 Miliar, Manajer Mengundurkan Diri
tribun pekanbaru
Ari Nugroho menyatakan mundur dari posisi manajer PSPS, dan menyerahkan pengelolaan tim kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. 

tribunpekanbaru.com - Masalah keuangan yang dialami PSPS Riau dalam beberapa tahun terakhir, membuat Manajer PSPS, Ari Nugroho, memilih mengundurkan diri dari posisinya tersebut.

Keputusan mundur Ari Nugroho itu disampaikannya saat Liga 2 akan bergulir 4 hari lagi, melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Gubernur Riau, Syamsuar, dengan nomor 024/PSPS-RIAU/VI/2019 tertanggal 18 Juni 2019, tentang Penyerahan Pengelolaan PSPS Riau kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Dalam surat yang ditandatangani Ari Nugroho itu disebutkan, saat ini klub sepakbola PSPS Riau sedang dalam kondisi terparah dengan kondisi keuangan yang masih dililit utang.

Selain itu, PSPS juga mendapat ultimatum tidak bisa mengikuti Kompetisi Liga 2 musim 2019 dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2, dan juga dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akibat masih ada tunggakan gaji pemain musim lalu.

"Karena itu, manajemen PSPS bermaksud melakukan langkah penyelamatan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Riau tersebut dengan menyerahkan pengelolaan PSPS secara manajerial dan seterusnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, demi sepakbola dan marwah Riau yang lebih baik serta menjadi hiburan masyarakat bola Riau tentunya," tulis Ari dalam surat tersebut.

Kepada wartawan yang mengonfirmasi surat tersebut, Ari Nugroho mengakui mengirimkannya. "Betul, itu surat dari kami. Ini kami rasa keputusan yang pas untuk menyelamatkan PSPS," ujar Ari.

Dikatakan Ari, masalah keuangan jadi alasan utama dirinya memutuskan meninggalkan PSPS dan menyerahkan kepada Gubernur Riau. "Dalam pertemuan sebelumnya, bapak Gubernur yang minta kami menyerahkannya. Kami juga sudah berupaya melakukan upaya untuk mencari solusi, tapi kondisinya berat," terang Ari.

Lebih jauh dijelaskan, minimnya sponsor menjadi alasan kuat pihaknya menyerahkan manajerial tim kepada Gubernur Riau. Apalagi saat ini PSPS tengah berkonsentrasi menyiapkan tim berlaga di Liga 2.

Selain itu, PSPS juga masih memiliki tunggakan gaji pemain yang terakumulasi dari musim sebelumnya. "Utang yang harus dibayarkan berupa gaji pemain dan tiket serta akomodasi musim sebelumnya lebih kurang sekitar Rp2 miliar," ungkap Ari.

Dia berharap, di bawah arahan Gubernur Riau, PSPS bisa keluar dari krisis dan berjaya di Liga Indonesia. "Mudah-mudahan PSPS bisa lebih baik dan bisa kembali berjaya," harapnya. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved