Polisi bisa Patroli ke Grup WhatsApp Jika Ada Anggota Grup Berbuat Kriminal, Ini Penjelasan Kominfo

Polisi bisa Patroli ke Grup WhatsApp jika Ada Anggota Grup Berbuat Kriminal, Ini Penjelasan Kominfo

Polisi bisa Patroli ke Grup WhatsApp Jika Ada Anggota Grup Berbuat Kriminal, Ini Penjelasan Kominfo
net
Polisi bisa Patroli ke Grup WhatsApp jika Ada Anggota Grup Berbuat Kriminal, Ini Penjelasan Kominfo 

Polisi bisa Patroli ke Grup WhatsApp jika Ada Anggota Grup Berbuat Kriminal, Ini Penjelasan Kominfo

TRIBUNPEKANBARU.COM- Kedepannya polisi juga akan melakukan patroli ke grup WhatsApp seperti yang dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara

Terkait hal tersebut Kominfo  mendukung pihak kepolisian yang berencana melakukan patroli di grup WhatsApp.

Namun, Menkominfo menjelaskan bahwa patroli yang dilakukan bukan berarti polisi berkeliaran secara bebas keluar masuk grup WhatsApp.

Menurut Rudiantara, patroli yang dilakukan kepolisian bukan secara suka-suka.

Baca: Tak Bayar 5 Ribu, Bocah yang Nonton Adegan Ranjang Pasutri Bisa Bayar Pakai Rokok dan Mie Instant

Baca: Info Lowongan Kerja Bank BRI, Pendaftaran Online Sampai 26 Juni 2019, Ini Kualifikasi dan Syarat

Baca: Berminat Datangkan Pogba, Ini Gaji Terbarunya dari Manchester United, Naik Dua Kali Lipat

 

Polisi baru akan masuk ke dalam grup jika ada anggota grup tersebut yang diketahui berbuat kriminal.

Rudiantara mengatakan, polisi bisa mengetahui apakah ada tindakan kriminal atau tidak di grup tersebut melalui delik aduan dan delik umum, kemudian meminta bantuan kepada Kominfo.

"Saya dukung, dengan catatan tadi bahwa memang harus ada yang berbuat kriminal. Bukan asal patroli. Karena begini, media sosial jelas ranah publik, kalau WhatsApp (percakapan) berdua itu ranahnya pribadi. Kalau grup, itu di antaranya menurut saya," ungkap Rudiantara.

"Kalo dari UU ITE kan ada delik aduan dan umum. Kalau delik aduan, harus ada yang mengadu terlebih dahulu, baru polisi sampaikan ke Kominfo. Kalau delik umum enggak perlu ada aduan," lanjutnya.

Rudiantara pun mengungkapkan bahwa masuk ke grup WhatsApp yang anggotanya diduga berbuat kriminal tidak melanggar privasi.

"Kalau dianggap melanggar privasi, terus melanggar hukum, apa enggak boleh polisi masuk? Penegakan hukum gimana? Ya, enggak boleh terkenalah (dihambat) penegakan hukum itu," kata Rudiantara.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved