Siak

Suratno dan Teten Tertunduk Lesu, JPU Tuntut Eks Kadishutbun Siak dan Dirut PT DSI 2,6 Tahun Penjara

Eks Kadishutbun Siak Teten Effendi dan Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi tertunduk saat JPU membacakan tuntutan, Selasa (18/6/2019)

Suratno dan Teten Tertunduk Lesu, JPU Tuntut Eks Kadishutbun Siak dan Dirut PT DSI 2,6 Tahun Penjara
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Terdakwa Suratno Konadi dan Teten Effendi mendengarkan pembacaan surat tuntutan JPU pada sidang perkara dugaan pemalsuan SK Menhut, Selasa (18/6/2019) di PN Siak. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Terdakwa perkara dugaan pemalsuan SK Menteri Kehutanan (Menhut) nomor 17/Kpts.II/1998 tentang pelepasan kawasan hutan, yakni eks Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Siak Teten Effendi dan Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi tertunduk saat JPU membacakan surat tuntutan pada sidang lanjutan, Selasa (18/6/2019) di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Siak.

JPU menyatakan dua terdakwa tersebut sama -sama dituntut penjara selama 2 tahun 6 bulan. Jaksa menerapkan pasal 263 ayat 2 jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP tentang pemalsuan surat dan turut serta menggunakan surat palsu.

Selain itu, JPU juga menuntut agar majlis hakim menahan kedua terdakwa serta membebankan biaya perkara masing-masing Rp 2.000.

"Kami menuntut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dengan penjara 2 tahun 6 bulan," kata JPU Herlina Samosir.

Mendengar tuntutan itu, Suratno dan Teten hanya tertunduk. Beberapa kali Teten mengusap wajahnya sambil manggut-manggut. Hakim Selo Tantular juga tampak menunjukan ekspresi kekagetannya kala Herlina membacakan tuntutan itu.

Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Yusril Sabri mengatakan bakal memberikan pembelaan tertulis (pledoi) pada sidang berikutnya, 25 Juni 2019.

"Ya, kami akan memberikan pembelaan tertulis yang mulia," kata Yusril saat ditanya majelis hakim.

Sidang pembacaan surat tuntutan oleh JPU itu molor selama 6 jam 30 menit. Sidang baru dimulai pukul 16.30 WIB. Sementara terdakwa dan PH beserta majelis hakim sudah hadir sejak pukul 10.00 WIB.

Sidang dibuka oleh Hakim Ketua Roza El Afrina yang didampingi hakim anggota Risca Fajarwati dan Selo Tantular. Tim JPU dipimpin Herlina Samosir sedangkan tim PH terdakwa dipimpin Yusril Sabri SH.

Pada sidang tersebut, JPU tidak membacakan sebanyak 100 lembar surat tuntutannya mengingat waktu. Mereka membacakan poin penting dan analisis yuridis surat tuntutan itu secara bergantian.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved