Tiga Klub Akan Susul Bali United Masuk Lantai Bursa, Arema FC Disebut Paling Serius

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut ada tiga klub akan menyusul Bali United jual saham pada publik. Dari tiga klub itu, Arema FC yang paling serius.

Tiga Klub Akan Susul Bali United Masuk Lantai Bursa, Arema FC Disebut Paling Serius
antara
Arema saat latihan beberapa waktu lalu. Arema dinilai paling serius untuk mengikuti langkah Bali United menjual saham kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). 

tribunpekanbaru.com - Keputusan Bali United mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), bakal diikuti sejumlah klub lainnya. Tercatat ada tiga tim yakni Arema FC, Persija Jakarta, dan Persib Bandung yang disebut bakal melakukan langkah serupa.

Menurut Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, Arema FC jadi klub yang paling serius untuk melepas sahamnya ke publik. Bahkan, Gede Nyoman mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pihak Singo Edan.

Nyoman pun berharap Arema FC tahun ini bisa melepaskan sahamnya ke publik. Ia mengatakan akan membantu klub tersebut mempersiapkan segala urusan agar cepat mencatatkan namanya di BEI.

"Kami minta semua bisa tahun ini, target kami lumayan tinggi. Setelah itu masuk ke Persib sama Persija. Kami juga sudah pendekatan dengan mereka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ketemu Persib dan Persija. Sama dengan Arema, mereka juga akan kami pertanyakan. Ada hal-hal yang bisa bursa bantu untuk persiapan, dan tentunya memang tugas kami untuk membantu," kata Nyoman.

Bali United menjadi klub pertama Indonesia bahkan di Asia Tenggara, yang menjual sahamnya ke publik. Pada harga penawaran umum perdana (IPO) dengan kode BOLA, satu lembar saham Bali United dipasarkan dengan harga Rp175.

Keuangan Transparan
Masuknya Bali United ke bursa saham mendapat dukungan penuh PSSI. Dengan begitu, keuangan klub Serdadu Tridatu itu akan dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat luas.

Sebelumnya, masyarakat tidak bisa mengetahui detail pengunaan uang yang dimiliki klub Tanah Air. Namun bila melantai di BEI, keuangan klub dapat dilihat karena semua data tercatat dan dipublikasikan.

"Sekarang ini kita susah mengetahui sebuah klub itu membelanjakan uangnya berapa, penggunaan finansialnya fair play atau tidak. Sekarang ini kita tidak tahu itu," kata Plt Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto dikutip goal.

"Tapi dengan masuk bursa, Kita bisa baca secara terbuka. Walaupun kita hanya punya satu lembar saham saja, kita bisa tahu total uang yang ada. Ini bagus buat sepakbola kita," tambahnya.

Karena itu, Iwan berharap seluruh klub Indonesia mengikuti jejak Bali United mencatatkan sahamnya di BEI. Menurutnya, hal tersebut untuk kebaikan dan kemajuan sepakbola nasional.

"Ketika sebuah klub melepas sahamnya, mereka akan semakin terbuka, dituntut semakin transparan dan sebagainya. Kalau seluruh peserta kompetisi punya transparansi yang sama seperti seluruh klub yang melepas sahamnya ke bursa, tentu sepakbola akan semakin bagus," ucapnya. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved