Siak

Diduga Beras Ilegal Asal Myanmar, Satu Kontainer Masuk di Pelabuhan PT IKPP Tualang

Satu kontainer beras diduga illegal berasal dari Myanmar masuk melalui pelabuhan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Kecamatan Tualang, Siak.

Diduga Beras Ilegal Asal Myanmar, Satu Kontainer Masuk di Pelabuhan PT IKPP Tualang
istimewa
Ratusan karung beras diduga illegal asal Myanmar ditangkap KPPBC Riau di pelabuhan PT IKPP, Rabu (19/6/2019). Hingga Kamis (20/6/2019) kontainer berisi beras tersebut masih berada di pelabuhan itu. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Satu kontainer beras diduga illegal berasal dari Myanmar masuk melalui pelabuhan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Riau berhasil menggagalkan penyelundupan beras tersebut, Rabu (19/6/2019).

Informasi yang dihimpun Tribunsiak.com, beras yang berhasil diamankan ratusan karung di dalam peti kemas (kontainer).

Kontainer tersebut disegel dengan segel warna merah berlambang dan bertuliskan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Karung beras ini berwarna kuning bertulisan One. Di karung beras itu juga terlihat tulisan Myanmar White Rice," kata HD, warga yang berhasil memotret kejadian penggagalan penyelundupan itu, Kamis (20/6/2019).

Menurut HD, lokasi pelabuhan PT IKPP berdekatan dengan pelabuhan PT Pelindo. Sedangkan kapal yang menurunkan kontainer itu berada di pelabuhan PT IKPP.

Humas PT IKPP Armadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kontainer berisi beras diduga illegal asal Myanmar di pelabuhan PT IKPP. Namun ia memastikan beras itu bukan milik PT IKPP.

"Kalau tidak salah itu milik Mas Land, sebuah perusahaan pelayaran yang memyewakan kontainer. Yang jelas penangananya oleh Bea dan Cukai," kata dia.

Menurut Armadi, tidak ada sangkut paut beras tersebut dengan kegiatan perusahaan PT IKPP. Pihaknya menyerahkan penangannya kepada Bea dan Cukai.

"Sampai sore masih ada kontainernya di pelabuhan dalam pengawasan Bea dan Cukai," kata Armadi.

Armadi juga mendesak pemilik atau Bea dan Cukai segera mengangkut kontainer tersebut. Karena keberadaan kontainer milik Mas Land itu memakan tempat sehingga menjadi beban PT IKPP.

"Kalau menjadi beban kita tentu kita dirugikan, harusnya segera diangkat dari sana. Kami nanti mendesaknya," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved