Pileg 2019

DUGAAN Penggelembungan SUARA Caleg PPP di Inhu Riau, Anggota BAWASLU Terima Uang Rp 29 Juta di Mobil

Dugaan penggelembungan suara Caleg PPP di Inhu Riau dalam Pileg 2019 lalu, anggota Bawaslu terima uang Rp 29 juta di dalam mobil

DUGAAN Penggelembungan SUARA Caleg PPP di Inhu Riau, Anggota BAWASLU Terima Uang Rp 29 Juta di Mobil
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Dugaan Penggelembungan Suara Caleg PPP di Inhu Riau, Anggota Bawaslu Terima Uang Rp 29 Juta di Mobil 

Dugaan Penggelembungan Suara Caleg PPP di Inhu Riau, Anggota Bawaslu Terima Uang Rp 29 Juta di Mobil

TRIBUNPEKANBARU.COM, INDRAGIRIHULU - Dugaan penggelembungan suara Caleg PPP di Inhu Riau dalam Pileg 2019 lalu, anggota Bawaslu terima uang Rp 29 juta di dalam mobil.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu) menerima berkas perkara dugaan penggelembungan suara Caleg PPP pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Inhu dari pihak Kepolisian Polres Inhu pada Kamis (20/6/2019) sore sekira pukul 17.00 Wib.

Hasil penyidikan diketahui bahwa Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat, Randa Rahdinata dan sejumlah rekan-rekannya mengubah perolehan suara Caleg PPP atas nama Doni Rinaldi.

Baca: GEMPAR! POTONGAN Tubuh Manusia Diduga Wartoyo Warga Siak Riau Ditemukan Dalam Perut Buaya Pemangsa

Baca: PASANG Wifi di Rumah untuk VIDEO CALL dengan Abangnya di Australia, SISWA SMP di Riau Tewas Dianiaya

Baca: DIAJAK Menginap, Gadis REMAJA 16 Tahun di Dumai Riau Disetubuhi Pacar, Digilir Teman Pacarnya di Kos

Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra mengatakan perubahan peroleh suara itu dilakukan pada tanggal 29 April 2019 sekira pukul 03.00 Wib saat rapat pleno tingkat kecamatan di Kecamatan Rengat.

Perubahan tidak hanya dilakukan di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan di beberapa TPS di Kecamatan Rengat.

Dugaan penggelembungan suara tersebut menjerat lima orang menjadi tersangka, yakni Randa Rahdinata, Masnur, Doni Rinaldi, M Ridwan, dan Sovia Warman.

"Sebagaimana dimaksud, perbuatan para tersangka melanggar pasal 532 atau pasal 505 UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum Jo pasal 55, 56 KUHPidana," katanya.

Selain menerima berkas perkara lima tersangka, Kejari Inhu juga menerima barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 29 juta.

Baca: 3.000 Hektar LAHAN di Riau TERBAKAR, 99 Persen Karhutla Disebabkan MANUSIA, 15 Tersangka Diamankan

Baca: KUNKER Anggota Komisi V DPR RI ke Kawasan Teknopolitan Pelalawan Riau Tak Sampai Dua Jam, Ada Apa?

Baca: Satpol PP Pekanbaru Ancam Rubuhkan Tempat Pemotongan Babi Ilegal, Aroma Tidak Sedap Menyeruak

"Ada uang tunai yang kita terima senilai Rp 29 juta dari tersangka Sovia Warman," kata Bambang kepada Tribuninhu.com ketika ditemui di sela-sela pelimpahan berkas perkara.

Halaman
1234
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved