Berita Riau

Jumlah Saksi yang Diperiksa Kejari Pekanbaru Terkait Dugaan Korupsi PT PER Terus Bertambah

Sebanyak 6 diantaranya, merupakan pelaku usaha atau UMKM, yang diduga menerima fasilitas kredit dari perusahaan milik Pemerintah Provinsi Riau tersebu

Jumlah Saksi yang Diperiksa Kejari Pekanbaru Terkait Dugaan Korupsi PT PER Terus Bertambah
ist
ilustrasi korupsi 

"Sudah dilimpahkan ke Seksi Pidsus, dinaikkan ke tahap penyidikan," kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Pekanbaru, Budiman, Jumat (14/6/2019) lalu.

Budiman melanjutkan, dugaan korupsi ini terjadi dalam rentang waktu 2013 - 2015, saat PT PER melakukan penyaluran kredit bakulan, atau kredit untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca: Hasil RUPS LB PT PER Dianulir Wakil Rakyat di DPRD Riau, Dinilai Tidak Sesuai Aturan

Dimana dalam prosesnya, diduga telah terjadi penyimpangan.

"Diantaranya penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada 7 perjanjian kredit, atas nama 3 mitra usaha, pencatatan dalam laporan nominatif kredit lapping sebesar Rp1,2 miliar lebih," kata Budiman.

Penyimpangan atas pencatatan laporan nominatif kredit ini, terjadi pada per 31 Desember 2014, per Desember 2015, per Desember 2016, dan per 31 Desember 2017.

"Terdapat penyimpangan pemberian 3 fasilitas kredit baru kepada 2 mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet," paparnya lagi.

"Terdapat penggunaan fasilitas kredit yang diterima 2 mitra usaha, yang tidak disalurkan kepada anggota mitra usaha. Tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER," lanjutnya.

Baca: SEJARAH BARU Satu Keluarga di Lampung Dijebloskan ke Penjara oleh KPK Karena Korupsi Proyek SPAM

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni menuturkan, terkait ini sudah ada 5 orang saksi yang dipanggil untuk diperiksa. Namun pihaknya enggan membeberkannya secara detail.

"Saksi belum bisa disebutkan, ada 5 orang dari PT PER. Ada yang sebagian aktif, ada yang sudah pensiun. Diantaranya mantan Direktur Utama (Dirut), Komite, Manajer Bisnis Komersial," sebutnya.

Dia menambahkan, terkuaknya kasus dugaan korupsi ini, berdasarkan laporan dari pihak PT PER sendiri ke Kejari Pekanbaru.

"Berdasarkan laporan pihak PT PER sendiri. Sebelumnya sudah ada audit dari satuan internal mereka. Jadi ini kerugiannya masih bisa bertambah atau berkurang. Karena baru dugaan awal," pungkasnya.(Tribunpekanbaru. com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved