Berita Riau

Tahun 2019 Ini Pertamina Canangkan Bakal Ada Satu Pangkalan Elpiji di Setiap Desa di Riau

Tidak hanya elpiji non subsidi, pangkalan tersebut juga bakal menyalurkan elpiji bersubsidi, tabung gas 3 Kg bagi masyarakat tidak mampu.

Tahun 2019 Ini Pertamina Canangkan Bakal Ada Satu Pangkalan Elpiji di Setiap Desa di Riau
tribunpekanbaru/fernando
Deretan tabung Gas Elpiji 3 Kg kosong di gudang milik PT.Pully Rafi Jaya, Kota Dumai 

TRIBUNPEKANBARU COM,PEKANBARU-PT Pertamina (Persero) bakal memperkuat pendistribusian elpiji hingga ke tingkat desa.

Pada tahun 2019 ini, Pertamina bakal memproyeksikan program Satu Desa Satu Pangkalan elpiji.

Tidak hanya elpiji non subsidi, pangkalan tersebut juga bakal menyalurkan elpiji bersubsidi, tabung gas 3 Kg bagi masyarakat tidak mampu.

General Manager (GM) Marketing Operation Regional (MOR) I, Agustinus Santanu Basuki mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan.

Baca: Antisipasi Kelangkaan Jelang Lebaran, Diskoperindag Pelalawan Riau Gelar Operasi Elpiji 3 Kg

Pemetaan tersebut untuk meminimalisir dampak sosial di masing-masing desa yang menjadi target program satu pangkalan satu desa.

"Kami petakan dulu dampak sosialnya, sebab banyak juga pengecer yang terlanjur mendapatkan manfaat dari penjualan elpiji di luar ketentuan kami. Harus kami kaji dengan matang-matang agar dampak sosial terminimalisir," ujar Agustinus Santanu Basuki, Sabtu (22/6/2019).

Agustinus Santanu Basuki mengatakan, selain pemerataan distribusi, program tersebut bertujuan mengantisipasi kelangkaan elpiji di setiap desa.

Nantinya kebutuhan tabung elpiji bakal sesuai dengan jumlah KK.

Ia mengaku, hingga saat ini masih banyak masyakarat di pelosok desa yang belum menikmati gas elpiji.

Hal itu katanya disebabkan infrastruktur di desa yang belum memadai.

Baca: Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Riau Aman Buat Ramadhan dan Lebaran, Pertamina Tambah Alokasi 4 persen

Sehingga Pertamina kurang maksimal dalam mendistribusikan elpiji di desa-desa tersebut.

"Misalnya wilayah perbatasan di Kalimantan. Lantaran akses ke sana kurang memadai, warga perbatasan terpaksa memilih gas dari negara tetangga yang memang infrasturktur di negara jiran itu cukup bagus," ujarnya.

Agar program tersebut berjalan dengan baik, Pertamina bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing agar memperbaiki infrastrukturnya.

Sebab, infrastruktur yang kurang memadai menjadi kendala utama bagi pihak Pertamina.

"Infrastruktur yang kurang memadai menjadi kendala utama kami untuk mendistribusikan elpiji. Setelah infrastruktur memadai, baru kita masuk," ujarnya. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved