Berita Riau

2 Gajah Latih di Kelayang Stres dan Lelah Bakal Dibawa BKSDA ke TNTN

Setelah lebih dari sepekan melaksankan tugas untuk menggiring gajah-gajah liar di Kecamatan Peranap dan Kecamatan Kelayang, 2 gajah latih stres.

2 Gajah Latih di Kelayang Stres dan Lelah Bakal Dibawa BKSDA ke TNTN
Istimewa
Gajah latih dan gajah liar di Kecamatan Peranap, Inhu saling membelakangi dan saling bersentuhan. Perilaku itu menunjukan gajah liar menunjukan rasa segan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Setelah lebih dari sepekan melaksankan tugas untuk menggiring gajah-gajah liar di Kecamatan Peranap dan Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dua gajah latih Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau memgalami sakit akibat stres dan kelelahan.

Kepala Bidang Wilayah I BKSDA, Andri Hansen Siregar mengatakan kedua gajah latih tersebut, yakni Indro dan Rahman akan dibawa ke Lubuk Kembang Bungo, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) untuk menjalani proses pemulihan.

"Semenjak kemarin dua gajah latih kita tampak sakit, terlihat dari kotorannya," kata Andri, Minggu (23/9/2019).

Disamping kelelahan, dua gajah tersebut tampak stres.

Pasalnya perilaku masyarakat yang sering berkerumun di sekitar gajah.

Baca: Diskes Riau Siapkan 5 Ribu Paket Obat dan 2 Rumah Sakit untuk Rujukan JCH

Baca: Orang Tua Siswa Diminta Pahami Sistem Zonasi saat PPDB

Menurut Andri kondisi itu tidak disukai oleh gajah, sehingga membuatnya stres.

Padahal saat ini BKSDA masih harus menggiring dua gajah liar di Kecamatan Kelayang, Inhu.

Menurut Andri petugas BKSDA akan melakukan penggiringan dengan berjalan kaki tanpa gajah latih. Tim BKSDA menargetkan setidaknya dua gajah liar itu berhasil digiring empat ratus meter keluar dari areal permukiman dan pertanian milik masyarakat.

Sementara empat gajah liar yang sempat berkeliaran di Kecamatan Peranap, Inhu kini sudah berada di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing.

Baca: Hasil Liga 1 2019, Video Cuplikan Gol Borneo FC Vs Persebaya Surabaya

Tim terkendala melakukan penggiringan ke wilayah TNTN, karena masyarakat yang membuat bunyi-bunyian.

Sehingga beberapa kali gajah berbalik arah.

Meski begitu aparat Kepolisian dan TNI setempat turut mengimbau masyarakat agar tidak membuat bunyi-bunyian.

"Halangan cukup berat di sana, namun Kapolsek dan Danramilnya turut mendampingi kita," kata Andri.

Ia juga mengimbau kepada petugas BKSDA yang bertugas melakukan penggiringan agar terus menjalin kerjasama dengan masyarakat setempat.

"Jangan marah atau menghardik, tetap jalin komunikasi yang baik," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved