Rokan Hulu

Tari Burung Kuayang dari Ulak Patian Rohul, Dulu Ritual Pengobatan Kini Jadi Pertunjukan Budaya

Tari Burung Kuayang diverifikasi tim dari Kemendikdikbud. Dulunya hanya sebuah ritual pengobatan masyarakat, namun kini jadi buadaya pertunjukan.

Tari Burung Kuayang dari Ulak Patian Rohul, Dulu Ritual Pengobatan Kini Jadi Pertunjukan Budaya
istimewa
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud melakukan verifikasi Tari Burung Kuayang di Desa Ulak Patian Rohul sebagai warisan budaya takbenda Indonesia, Rabu (19/6/2019) lalu. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dirjen Kebudayaan Kemendikbud melakukan verifikasi Tari Burung Kuayang di Desa Ulak Patian Rohul sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

Tim verifikasi terdiri Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia Sulistyo Tirtokusumo, serta Andhini Widyasari dan De Budi Sudarsono Staf Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Kedatangan tim disambut Kepala Disparbud Rohul Drs Yusmar MSi di kantornya, Rabu (19/6/2019), didampingi Sekretaris Disparbud Rohul Fajar Sidqy, Kepala Bidang Kebudayaan Fitriani, dan para pegawai.

Yusmar mengatakan, Tari Burung Kuayang memang unik. Dulunya hanya sebuah ritual pengobatan masyarakat karena belum ada petugas kesehatan kala itu, namun lambat laun ritual tersebut menjadi budaya pertunjukan.

"Jadi ritual pengobatan ini dilakukan saat ada warga yang sakit. Saat itu memang belum ada petugas kesehatan saat ini," jelas Yusmar, Minggu (23/6/2019).

Yusmar menuturkan, sebelum diajukan ke Kemendikbud melalui Pemprov Riau, Tari Burung Kuayang telah dilakukan proses penelitian.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan satu calon warisan budaya takbenda dari Rohul yaitu Tari Burung Kuayang. Artinya, proses pengusulan dari kabupaten melalui provinsi sudah sampai ke pusat, dan pemerintah pusat menanggapi dan masuk dalam kategori yang perlu ditinjau ke lapangan," ungkapnya.

Menurutnya, dengan dilakukan verifikasi, tim akan melihat langsung bagaimana sebenarnya tradisi yang dulu merupakan tradisi pengobatan sekarang sudah diubah menjadi tradisi atau pertunjukan.

"Dulu sebenarnya masih dipengaruhi agama Hindu dan belum adanya dokter atau bidan pada waktu itu," ungkapnya.

Tari Burung Kuayang merupakan suatu tradisi lokal yang sudah turun-temurun. Namun dengan kemajuan dan perkembangan zaman, serta perpindahan masyarakat dari agama Hindu ke Islam, ritual tersebut mulai ditinggalkan.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved