Pemilu 2019

Tercatat 182 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Riau, Paling Banyak di Dumai

Di dalamnya ada pelanggaran Etik, pidana, administrasi dan pelanggaran hukum lainnya serta bukan pelanggaran.

Tercatat 182 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Riau, Paling Banyak di Dumai
NET
Ilustrasi 

Tercatat 182 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Riau, Paling Banyak di Dumai

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dari data rekap pelanggaran pemilu yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai awal tahapan hingga setelah penetapan pleno, jumlah dugaan pelanggaran pemilu paling banyak terjadi di Kota Dumai dari 12 Kabupaten dan Kota di Riau.

Dimana ada 35 kasus yang teregister di Bawaslu atau Gakumdu, disusul kemudian Pelalawan 17 Kasus, sedangkan Kampar, Kuansing dan Meranti sama - sama 15 kasus, Bawaslu Riau dan Inhu sama-sama 14 kasus.

Sementara Rohil 13 kasus dan Rohul 12 kasus, Bengkalis 11 dan Pekanbaru 10, Siak 7 kasus dan paling sedikit di Kabupaten Indragiri Hilir hanya 4 kasus.

Baca: BREAKING NEWS: Dua Mahasiswa Mendadak Bentang Spanduk dalam Rapat Paripurna Hari Jadi Pekanbaru

Baca: Dua Jam Diamankan, Dua Mahasiswa yang Bentang Spanduk pada Hari Jadi Pekanbaru Dibolehkan Pulang

Total keseluruhan kasus dugaan pelanggaran pemilu di Riau ada 182 kasus yang teregister di Bawaslu dan Gakkumdu, di dalamnya ada pelanggaran Etik, pidana, administrasi dan pelanggaran hukum lainnya serta bukan pelanggaran.

Dari 182 kasus ini ada dua kategori yakni temuan 97 kasus dan laporan 85 kasus, terbanyak, pelanggaran kode etik 14, pelanggaran pidana 15, pelanggaran administrasi 48, pelanggaran lainnya 19 dan bukan pelanggaran 86.

"Dumai masuk menjadi daerah terbanyak dengan laporan yang masuk ke Bawaslu, sedangkan paling sedikit itu ada di Inhil," ujar Anggota Bawaslu Gema Wahyu Adinata kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (23/6).

Baca: Gara-gara Gigit Tanaman Hias Daun Bahagia, Bocah Alami Kejang dan Tak Bisa Menutup Mulut

Menurut Gema Wahyu Adinata kebanyakan laporan yang masuk tersebut sudah dituntaskan, namun ada juga sebagian yang masih dalam proses penyelesaian.

"Masih ada yang diselesaikan sampai sekarang ini, dan juga sudah banyak yang tuntas," ujar Gema Wahyu Adinata. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution).

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved