Breaking News:

Asli Bukan Mainan Jagung Warna-warni Ini Boleh Dimakan dan Bergizi Tinggi, Berapa Harganya?

Elsya sengaja datang untuk melihat jagung warna-warni tersebut setelah mendengar kabar adanya budidaya jagung pelangi di kebun hortikultura.

Editor: Ariestia
Kompas.com/Firman Taufiqurrahman
Jagung warna-warni. 

“Beberapa waktu lalu juga kita sempat kedatangan bule (orang asing) ke sini.”

“Saat tahu di kebun ini ada jagung seperti ini, dia terlihat sangat antusias. Bahkan setelah petik langsung saja dimakan dari tongkolnya,” terang Luki.

Budidaya jagung pelangi itu sendiri dilakukan sejak dua tahun yang lalu.

Awalnya ia hanya tanam beberapa benih untuk contoh. Namun eksperimennya cukup berhasil.

Dari empat warna yang ditanam bisa menghasilkan jagung dengan 12 warna baru. Ia pun lantas menambah luas lahan untuk menanam jagung warna-warni.

“Ini panen yang keempat kalinya. Ada yang warnanya kuning corak hitam, ada yang di satu tongkol semua warna ada. Bahkan ada yang warna corak seperti batik,” katanya.

Meski belum begitu populer, jagung jenis baru ini dikatakan Luki sedang menjadi tren di negara-negara Eropa termasuk di Amerika Latin sebagai pengganti makanan pokok atau jagung biasanya.

Jagung warna-warni memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik bagi kesehatan.

“Harganya sendiri cukup tinggi.”

“Perbandingannya, per kilogram di tingkat petani mencapai Rp9.000, sementara jagung biasa hanya dikisaran Rp2.000 per kilogram.”

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved