Siak

Hanya Bertahan Hidup Dua Hari, Bayi Perempuan Dalam Kantong Plastik Akhirnya Meninggal Dunia

Bayi perempuan yang ditemukan di tepi jalan Gang Petai, kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau Sabtu lalu akhirnya meninggal

Hanya Bertahan Hidup Dua Hari, Bayi Perempuan Dalam Kantong Plastik Akhirnya Meninggal Dunia
Istimewa
Pemakaman - Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman dan jajaran, sekretaris Dinas Sosial Siak Syafrizal dan masyarakat Siak dalam prosesi pemakaman bayi perempuan yang ditemukan warga 2 hari lalu di tepi jalan, Senin (24/6/2019) di TPU Suak Santai. 

Pukul 08.15 WIB, Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman bersama Kanit Reskrim, Kanit IK beserta anggota mendatangi ruang bayi RSUD Tengku Rafian dan melihat bayi perempuan meninggal dunia tersebut.

Pukul 11.00 WIB dilakukan pemakaman di TPU Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

Pihak RSUD Tengku Rafian Siak melakukan visum terhadap bayi perempuan tersebut. Pihak kepolisian dan RSUD Tengku Rafian Siak koordinasi dengan Dinsos Siak diwakili Sekretaris Dinsos Safrizal untuk dilakukan pemakaman bayi di TPU Suak Santai. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan.

Warga Siak temukan bayi di dalam kantong plastik di pinggir jalan Gang Petai Kampung Dalam, Siak, Sabtu (22/6/2019) malam. Bayi berjenis kelamin perempuan itu dibawa warga ke RSUD Tengku Rafian Siak dalam keadaan masih hidup.
Warga Siak temukan bayi di dalam kantong plastik di pinggir jalan Gang Petai Kampung Dalam, Siak, Sabtu (22/6/2019) malam. Bayi berjenis kelamin perempuan itu dibawa warga ke RSUD Tengku Rafian Siak dalam keadaan masih hidup. (Polsek Siak)

Paru-paru tak Berkembang

Bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan warga di dalam kantong plastik, Sabtu lalu sesak nafas. Paru-paru bayi tersebut tidak berkembang dengan baik sehingga tidak dapat bertahan hidup.

Hal tersebut dijelaskan dr Wilson SpA, pria yang menangani bayi malang itu RSUD Tengku Rafian Siak, Senin (24/6/2019).

Ia menjelaskan secara rinci kondisi bayi saat awal tiba di RSUD Tengku Rafian Siak, serta penangangan awal yang dilakukan tim medis.

Menurut dia, bayi itu lahir dalam kondisi prematur atau tidak cukup usia kandungan. Saat ditemukan bayi menangis dan merintih sesak nafas. Dingin dada dan suhu tubuh 35,7 derajat celcius.

"Namun karena paru-paru bayi tidak berkembang dengan baik, dia tak dapat bertahan lama," kata dr Wilson SpA.

Bayi dengan bobot 1.600 gram dan panjang 40 cm itu dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di RSUD Tengku Rafian Siak, Senin (24/6) sekitar pukul 07.50 WIB.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved