Pelalawan

Terungkap di Sidang Pidana Pemilu Pelalawan Riau, Modus Penggelembungan Suara oleh Terdakwa Sugeng

Kasus pidana pemilu Ketua PPK Pangkalan Kuras nonaktif, Sugeng Dwipurwanto, saat ini bergulir di persidangan.

Terungkap di Sidang Pidana Pemilu Pelalawan Riau, Modus Penggelembungan Suara oleh Terdakwa Sugeng
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Caleg Abdul Nasib dari Gerindra dan Abdul Muzakir dari Golkar saat bersaksi sebagai korban dalam persidangan pidana pemilu dengan terdakwa Ketua PPK Pangkalan Kuras Nonaktif Sugeng Dwipurwanto di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Senin (24/6/2019). 

Terungkap di Sidang Pidana Pemilu Pelalawan Riau, Modus Penggelembungan Suara oleh Terdakwa Sugeng

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus pidana pemilu Ketua PPK Pangkalan Kuras nonaktif, Sugeng Dwipurwanto, saat ini bergulir di persidangan.

Pengadilan Negeri (PN) menggelar sidang perdana di ruang sidang cakra, Senin (24/6/2019).

Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Sugeng Dwipurwanto dan dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi.

Usai Jaks Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Marthalius dan Novwandy membacakan berkas dakwaan, saksi-saksi didatangkan.

Baca: Sidang Pidana Pemilu di Pelalawan Riau, Ketua PPK Ini Didakwa Ubah Berita Acara Rekapitulasi Suara

Ada delapan saksi yang hadir yaitu saksi korban dari Calon Legilastif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) Pelalawan IV Abdul Muzakir dari Partai Golkar dan Abdul Nasib dari Partai Gerindra.

Kemudian saksi-saksi pada pleno PPK, serta komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pelalawan.

Majelis hakim lebih dulu memeriksa Abdul Muzakir dan Abdul Nasib sebagai korban penggelembungan dan pemindahan suara yang dilakkan Sugeng saat pleno PPK Pangkalan Kuras.

Keduanya dicecar tiga hakim dan dua JPU seputar tindak pidana pemilu yang dilakukan terdakwa. Dalam persidangan terungkap modus penggelembungan dan pemindahan suara antar Caleg oleh tersangka.

"Dari mana saudara tahu terjadi penggelembungan suara ini. Coba diterangkan," tanya Hakim Meilinda Aritonang kepada kedua saksi korban.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved