Breaking News:

Berita Riau

ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga

Abrasi sudah menggerus 106 kilometer daratan pulau di Kepulauan Meranti Riau, dekati pemukiman dan kebun warga

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nolpitos Hendri
BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti
ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga. Lahan perkebunan warga di Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pesisir longsor akibat abrasi. 

ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUANMERANTI - Abrasi sudah menggerus 106 kilometer daratan pulau di Kepulauan Meranti Riau, dekati pemukiman dan kebun warga.

Atas kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Kepualuan Meranti hingga saat ini tetap fokus dalam penanganan Abrasi.

Dari data yang diterima melalui Bagian Perbatasan Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti bahwa saat ini kondisi abrasi yang paling parah terjadi di Pulau Rangsang.

Baca: LAGI, Warga Riau DISERANG BUAYA, Kali Ini di Danau Meduyan Kota Lama Inhu, Tangan Korban Alami Luka

Baca: MANTAN Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar Kembali Terjerat Kasus Korupsi, Kali Ini Soal Lahan

Baca: KADISDIKBUD Kepulauan Meranti Riau Nuriman BUKA-BUKAAN Soal Dugaan Korupsi Bantuan Kemendiknas

Kabag Perbatasasan Setdakab Kepualuan Meranti melalui Kassubag Pengelolaan Potensi Kawasan Yusril Lubis kepda Tribun Selasa (25/6/2019) mengatakan bahwa potensi abrasi di Kepulauan Meranti sangat besar.

"Untuk Meranti paling besar itu ada di Pulauan Rangsang 73,47 Km. Total keseluruhan seluruh Meranti 106.87 km," ujar Yusril.

Beberapa hal yang sudah dilakukan pihak Pemkab terkait penanganan abrasi dikatakan Yusril ada dengan pemasangan Nibung dan penanaman Mangrove.

Namun hal ini dikatakan Yusril belum memberikan dampak signifikan.

"Hal ini diakibatkan gelombang laut yang besar terutama di pesisir Selat Malaka," pungkas Yusril.

Warga Pulau Rangsang menunjukkan abrasi pantai yang menggerus daratan pulau tersebut. ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga
Warga Pulau Rangsang menunjukkan abrasi pantai yang menggerus daratan pulau tersebut. ABRASI Gerus 106 KILOMETER Daratan Pulau di Kepulauan Meranti Riau, Dekati Pemukiman dan Kebun Warga (Istimewa)

Adapun dampak dari abrasi yang terjadi di Kepualauan Meranti yaitu Meningkatkan kemiskinan, hilangnya fasilitas sosial masyarakat, Rusak dan hilangnya kebun masyarakat.

Baca: FEATURE Objek Wisata Sungai Sirih di Taman Nasional Bukit Tigapuluh Inhu Riau Bisa untuk Arung Jeram

Baca: PENYELUNDUPAN Satwa Langka Jenis Monyet Albino dan Musang Luwak ke MALAYSIA Digagalkan di Dumai Riau

Baca: BANDAR Narkoba 40 Kilogram Sabu-sabu dan 150 Butir Pil Ekstasi Dituntut 5 Tahun Penjara Pasal TPPU

Hilangnya tempat tinggal masyarakat, Berkurangnya panjang garis pantai, Instrusi air laut dan rusaknya ekosistem mangrove.

Adapun hal yang menjadi target penanggulangan kabupaten Meranti ke depan untuk penanganan Abrasi adalah dengan menggunakan Batu Bronjong, Alat Pemecah Ombak dan tetap melakukan penanaman Mangrove.

"Selama ini bersama masyarakat secara swadaya mengatasi abrasi dengan menggunakan uyung sagu, pelepah kelapa, batang kayu nibung dan menanam mangrove untuk menanggulangi Abrasi," ujar Yusril.

Walaupun demikian penanganan tersebut memakan biaya yang cukup banyak dan belum bisa serta merta dilakukan dalam waktu singkat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved