Ayah Menyesal Banting Anak Kandung Hingga Tewas, Ngaku Gelap Mata karena Emosi dengan Masalah Istri

Nyawa anak berumur 2 tahun berinisial ZT harus berakhir di tangan ayah kandungnya.

Ayah Menyesal Banting Anak Kandung Hingga Tewas, Ngaku Gelap Mata karena Emosi dengan Masalah Istri
Dokumen Polres Grobogan
Suasana rumah duka? di di Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jateng, Minggu (23/6/2019). 

Sontak Aripin langsung murka dan membanting anaknya ke lantai pada Sabtu (22/6/2019) sore. 

Melansir dari laman Kompas.com, Aripin (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengaku menyesal telah membanting anaknya yang berumur dua tahun, ZT hingga tewas.

Pekerja serabutan itu mengaku tak pernah memiliki niat untuk mengakhiri hidup anak bungsunya tersebut.

Baca: Asli Bukan Mainan Jagung Warna-warni Ini Boleh Dimakan dan Bergizi Tinggi, Berapa Harganya?

Di hadapan penyidik tim Reskrim Polres Grobogan, Aripin mengaku spontan membanting anaknya karena terbakar emosi saat mendengar istrinya memiliki hutang Rp 1,8 juta.

Baginya utang tersebut sangat banyak.

"Pikiran saya gelap begitu mengetahu istri saya punya utang sebanyak itu. Saya tak pernah meminta dia berutang. Seketika saya banting anak saya, setelah itu saya berharap kabar baik, tapi justru kematian yang saya dengar. Saya sangat terpukul dan menyesal," tutur Aripin di Mapolres Grobogan, Selasa (25/6/2019).

Atas apa yang dia lakukan, Aripin siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriyadi Siswanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, tidak ditemukan indikasi gangguan kejiwaan.

"Pelaku emosi setelah tahu istrinya punya utang. Emosinya tak terkendali hingga kemudian membanting bayinya. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan.

Pelaku kami jerat Undang-undang Perlindungan Anak," ujar Agus.

Halaman
123
Editor: Ariestia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved