Berita Riau

Disdik Riau Larang Pihak Sekolah Tambah Ruang Kelas Saat PPDB 2019

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Rudyanto mengingatkan pihak sekolah untuk tidak lagi menambah ruang kelas baru saat PPDB 2019 nanti.

Disdik Riau Larang Pihak Sekolah Tambah Ruang Kelas Saat PPDB 2019
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Para calon peserta didik tengah mengikuti tahapan pendaftaran siswa baru di SMKN 2 Pekanbaru pada hari pertama, Selasa (3/7/2018). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Rudyanto mengingatkan pihak sekolah untuk tidak lagi menambah ruang kelas baru saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nanti.

Saat PPDB sebelumnya, ada sekolah yang dianggap menambah ruang kelas baru agar jumlah siswa yang diterima bisa lebih banyak dari kuota yang sudah ditetapkan.

Pihak sekolah pun mengakali dengan membuka ruang kelas baru dengan memanfaatkan ruangan yang seharusnya bukan untuk ruang kelas.

Fenomena ini biasanya muncul saat jumlah siswa yang akan masuk ke sekolah tersebut membludak, sehingga sekolah berinisiatif menambah ruang kelas baru agar jumlah siswa yang diterima bisa lebih banyak.

"Saya sudah sampaikan ke sekolah, tidak ada penambahan daya tampung saat PPDB nanti. Harus disesuaikan dengan daya tampung yang ada di sekolah masing-masing. Jangan nanti pas PPDB karena banyak yang mendaftar, ditambah satu kelas lagi," kata Rudyanto, Selasa (25/6/2019).

Baca: Warga Kuansing Diterkam Buaya Saat Sikat Gigi di Pinggir Sungai Kuantan

Baca: Nekat Menodong Bersama Rekannya, Siswa SMK Ini Ngaku Uangnya Buat Beli Sepatu Baru untuk Sekolah

Pihaknya mengakui pada PPDB sebelumnya sempat mengizinkan beberapa sekolah yang mengajukan permintaan penambahan ruang kelas baru.

Permintaan tersebut akibat dari banyaknya jumlah pendaftar di sekolah tersebut.

Namun untuk PPDB tahun ini pihaknya tidak akan memberikan izin lagi kepada pihak sekolah untuk menambah daya tapung PPDB melebihi daya tampung yang dilaporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan.

"Kalau dulu karena ada pertimbangan tertentu kita izinkan, tapi untuk tahun ini, pak gubernur juga sudah menyampaikan kepada saya, tidak ada lagi penambahan daya tapung melebihi daya tampung yang sudah dilaporkan sekolah ke kami," ujarnya.

Baca: Dilaporkan Pemprov ke Polisi, Pihak Curva Nord Sampaikan Hal Ini

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada orang tua siswa yang tidak bisa memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena tidak memenuhi syarat administrasi, agar tidak memaksakan diri untuk tetap masuk ke SMA atau SMK negeri.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved