Siak

Ketua Majelis Hakim Cuti, Sidang PT DSI di PN Siak Ditunda

Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan SK Menhut tentang Izin Pelepasan Kawasan Hutan (IPKH) di PN Siak akhirnya ditunda.

Ketua Majelis Hakim Cuti, Sidang PT DSI di PN Siak Ditunda
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Direktur PT DSI Suratno Konadi dan Eks Kadishutbun Siak Teten Effendi duduk di kursi terdakwa saat majelis hakim mengumumkan sidang agenda pembacaan nota pembelaan ditunda, Selasa (25/6/2019) di ruang sidang Cakra PN Siak Sri Indrapura. 

SIAK - Sidang lanjutan perkara dugaan pemalsuan SK Mentri Kehutanan (Menhut) tentang Izin Pelepasan Kawasan Hutan (IPKH) di Pengadilan Negeri (PN) Siak akhirnya ditunda. Penasihat Hukum (PH) pelapor Jimmy, Firdaus Ajis, SH MH amat menyayangkan penundaan tersebut.

"Karena ketua majelis cuti sejak jumat, maka sidang hari ini ditunda," kata Hakim Ketua pengganti, Fajar Riscawati, Selasa (25/6/2019) di ruangan sidang Cakra PN Siak Sri Indrapura.
JPU dan terdakwa bersama PH-nya menyetujui sidang akan kembali digelar Selasa (2/7/2019).

Majelis akhirnya menutup sidang yang sedianya dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) oleh pihak terdakwa.

PH terdakwa yang dihadiri Aksar Bone, SH amat bersyukur atas penundaan sidang tersebut. Pasalnya, nota pembelaannya belum rampung sehingga ia mempunyai waktu seminggu lagi untuk menyempurakan pledoi.

"Penundaan kan bukan datang dari kami, tapi dari majelis. Kalau pun tadi dilanjutkan kami juga mengajukan permohonan penundaan," kata dia.

Aksar Bone menyebut ada kekurangan pada nota pembelaannya. Dalam waktu seminggu ini pihaknya akan merampungkan. "Pledoi kami akan bisa dilengkapi. Intinya masih dirahasiakan termasuk jumlah halamannya,"kata dia.

Pada sidang kali ini, kedua terdakwa yakni Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi dan eks Kadishutbun Siak Teten Effendi ikut hadir. Namun ketua tim PH terdakwa Yusril Sabri, SH MH tidak hadir.

Ketika diminta tanggapan kepada PH pelapor Jimy, Firdaus Ajis, SH MH, ia sangat menyayangkan penundaan sidang dengan alasan cuti ini. Sebab, pada sidang sebelumnya ketua majelis mengingatkan kepada JPU dan terdakwa untuk hadir lebih pagi.

"Sebagaimana yang anda saksikan sendiri katanya pada persidangan tuntutan pada Minggu lalu, hakim ketua majlis mewanti-wanti kepada jaksa agar datang lebih pagi, sesuai dengan skedul," kata dia.

Permintaan majelis tersebut karena jaksa telat hadir pada sidang tuntutan. Menurut dia, cuti harusnya tidak diambil secara mendadak.

"Kalau pun mau cuti minggu ini untuk apa sidang ditunda satu minggu dan diwanti wanti kepada para pihak untuk hadir sesuai skedul, hal ini aneh saja," tutup Firdaus Ajis.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Suratno Konadi dan Teten Effendi dituntut oleh jaksa 2,5 tahun penjara. Kedua terdakwa dikenakan pasal 263 jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHPidana.

Alasannya karena kedua terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum, dengan memalsukan SK Menhut nomor 17/Kpts.II/1998 tentang IPKH.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved