Penasehat Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Setiap Warga Negara Memiliki Hak untuk Hidup

Penasehat Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Setiap Warga Negara Memiliki Hak untuk Hidup

Penasehat Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Setiap Warga Negara Memiliki Hak untuk Hidup
(KOMPAS.com/SHERLY PUSPITA)
Penasehat Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Setiap Warga Negara Memiliki Hak untuk Hidup 

"Setiap warga negara memiliki hak untuk hidup, mempertahankan hidup dan kehidupannya".

"Di luar bukti saksi, sebenarnya penuntut umum tidak mampu untuk membuktikan apa pun lagi. Selain dari bukti surat yang hanya berupa Visum et Repertum yang sebenarnya telah ada pada saat tingkat penyidikan perkara," ujar Alam.

Sebelumnya, Harris dituntut pidana mati oleh jaksa saat sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Bekasi, Kota Bekasi, Senin (27/5/2019).



Jaksa menyatakan perbuatan Haris dengan membunuh dan mengambil barang korban tidak dibenarkan dan layak dijatuhkan pidana mati.

Dalam kasus ini, Haris didakwa membunuh satu keluarga Daperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 12 November 2018.

Dia juga mengaku telah membunuh Daperum beserta istri dan dua anak Daperum. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pihak Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Harap Tak Divonis Hukuman Mati", 

Penasehat Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi: Setiap Warga Negara Memiliki Hak untuk Hidup

Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved