UPDATE Kebakaran Pabrik Mancis Binjai: Ini Foto Suasana Sebelum Insiden & Gaji Pekerja Rp 500 Ribu

Insiden kebakaran pabrik mancis atau korek api gas di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019) lalu masih dalam penyelidikan.

UPDATE Kebakaran Pabrik Mancis Binjai: Ini Foto Suasana Sebelum Insiden & Gaji Pekerja Rp 500 Ribu
TribunStyle.com Kolase/Tribun Medan
Fakta Baru Kebakaran Pabrik Mancis Binjai, Foto Suasana Pabrik Sebelum Insiden & Gaji Pekerja Cuma Rp 500 Ribu 

UPDATE Kebakaran Pabrik Mancis Binjai: Ini Foto Suasana Sebelum Insiden & Gaji Pekerja Rp 500 Ribu

TRIBUNPEKANBARU.COM - Fakta baru kebakaran pabrik mancis Binjai, foto sebelum kejadian hingga gaji pekerja cuma Rp 500 ribu.

Insiden kebakaran pabrik mancis atau korek api gas di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019) lalu masih dalam penyelidikan.

Terungkap fakta baru seiring dengan ditangkapnya ketiga tersangka, yaitu Indrawan sebagai pemilik pabrik bersama Burhan, Manajer Operasional, dan Lisma, Manager Personalia perusahaan tersebut.

Belakangan terkuak, bahwa para pekerja pabrik mancis tersebut digaji rendah setiap bulannya, yakni Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu saja.

Industri rumahan perakitan korek api gas milik Indrawan tersebut juga mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan karyawannya.

"Apa mungkin ini untuk menghindari pajak, bisa jadi untuk menghindari jaminan sosial, karyawan tersebut, bisa jadi seperti itu atau untuk mengupah karyawannya di bawah UMR. Selain tidak memiliki izin usaha, perusahaan milik Indrawan juga memperkerjakan anak di bawah umur.

Baca: Digerebek oleh Suami Sah, Istri Ngaku Sudah Nikah Siri dengan Selingkuhan, Ketahuan Berkat GPS

Baca: Jadwal Perempat Final Copa America 2019: Menanti Duel Panas Brasil vs Argentina

Baca: Van Gaal Sebut Lionel Messi Egois Hingga Barcelona Gagal di Liga Champions

Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019)
Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019) (TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN)

"Ada korban atas nama Rani usianya masih 15 tahun dipekerjakan di situ," kata Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Yulianto, dikutip TribunStyle.com dari TribunMedan.com, Selasa (25/6/2019).

Foto kondisi pabrik mancis sebelum insiden kebakaran terjadi juga terlihat dibagikan di Facebook.

Baca: TRAGIS! Berhubungan Intim Maraton 48 Jam Tanpa Henti Saat Bulan Madu, Pengantin Wanita Tewas

Baca: Ayu Ting Ting Dapat Kado Istimewa dari Ivan Gunawan, Harganya Rp 110 Juta, Lihat Penampakannya

Baca: VIRAL! Semut Charlie (Tomcat) Serangga Beracun, Bikin Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobati

Diduga Gembok Pintu, Nasib Mandor Pabrik Mancis, Ikut Tewas Terbakar di Antara 30 Korban.Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019)
Diduga Gembok Pintu, Nasib Mandor Pabrik Mancis, Ikut Tewas Terbakar di Antara 30 Korban.Suasana di lokasi kebakaran pabrik mancis di Desa Sambirejo, Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019) (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

Tampak pegawai wanita sibuk memasang mancis korek api gas di sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar rumah.

Para pekerja di pabrik mancis saat sebelum peristiwa kebakaran.
Para pekerja di pabrik mancis saat sebelum peristiwa kebakaran. (Fcaebook Tribun Medan)

Ketiga tersangka sendiri kemungkinan akan dijerat pasal berlapis dengan hukuman penjara 5-10 tahun.

ketiga yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dijerat beberapa pasal diantaranya Pasal 359 KUHP, karena melakukan kelalaian yang menyebabkan matinya orang lain, Pasal 188 KUHP karena melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kebakaran yang mengibatkan matinya orang lain.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved