Cegah Cacingan Pada Anak, Dosen Biologi UIR Gelar Sosialisasi di Jalan Pahlawan Kerja

Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Islam Riau (UIR) bersama mahasiswa menggelar Sosialisasi Pencegahan Infeksi Nematoda Usus pada Anak.

Cegah Cacingan Pada Anak, Dosen Biologi UIR Gelar Sosialisasi di Jalan Pahlawan Kerja
Foto/Ist
Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Islam Riau (UIR) bersama mahasiswa menggelar Sosialisasi Pencegahan Infeksi Nematoda Usus pada Anak. Sosialisasi ini digelar pada 15 Juni 2019 lalu Jalan Pahlawan Kerja, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. 

Cegah Cacingan Pada Anak, Dosen Biologi UIR Gelar Sosialisasi di Jalan Pahlawan Kerja

TRIBUNPEKANBARU,TRIBUN- Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Islam Riau (UIR) bersama mahasiswa menggelar Sosialisasi Pencegahan Infeksi Nematoda Usus pada Anak. Infeksi tersebut lebih dikenal sebagai cacingan pada anak.

 
Sosialisasi ini digelar pada 15 Juni 2019 lalu di RT 03/ RW 03, Gang Matador II, No 75, Jalan Pahlawan Kerja, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Mereka menyasar 50 warga di kawasan tersebut.
 
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UIR. "Ini adalah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat," papar Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi Pendidikan Biologi FKIP UIR, Nurul Fauziah kepada Tribun, Rabu (26/6/2019).
 
 
Menurutnya, kebanyakan yang ikut dalam sosialisasi adalah kaum ibu. Ia bersama rekannya menyasar para orangtua agar mencegah infeksi usus terhadap anak, agar anak tidak cacingan.
 
Apalagi penyebab anak cacingan karena lingkungan kurang higienis. Bahkan cacingan parah bisa menyebabkan penyakit seperti anemia hingga kehilangan nutrisi makanan dari usus anak-anak. 
 
"Jadi cacingan berbahaya bagi anak, mereka bisa saja kekurangan gizi. Bahkan ada juga yang kesulitan belajar karena cacingan," paparnya.
 
Mereka mengajak para orangtua untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak, agar tidak cacingan. Maka mereka juga menyampaikan berbagai jenis cacing yang bisa menginfeksi usus. 
 
 
Nurul menyebut bahwa banyak orangtua tidak menyadari penyebaran cacing dengan mudah. Satu penyebaran lewat makanan minuman dan tanah.
 
"Bahkan kuku anak yang panjang bisa menjadi sarang cacing," paparnya.
 
Mereka juga memaparkan sejumlab dampak dari cacingan. Ada di antaranya mual, pusing hingga muntah. 
 
Bahkan seorang warga yang hadir dalam sosialisasi mengaku bahwa anaknya pernah demam tinggi karena cacingan. Cacing pun keluar dari hidung anaknya 
 
Oleh sebab itu, Nurul bersama rekan-rekannya juga memaparkan upaya pencegahan dari cacingan. Caranya menjaga kebersihan.
 
Kemudian minum obat cacing maksimal satu kalo enam bulan atau minimal satu kali setahun."Minum obat cacing tidak cuma anak-anak, orang dewasa juga bisa kena cacingan," terangnya.
 
Para warga yang hadir sangat antusias dengan pemaparan dari Nurul dan rekannya. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi warga.
 
Apalagi mereka punya kesempatan untuk bertanya pada sosialisasi yang digelar. Pada kegiatan juga hadir sejumlah dosen yang masuk dalam kelompok pengabdian kepada masyarakat yakni Iffa Ichwani Putri, Tengku Idris, Fitriyeni dan satu mahasiswa, Fadheela Salsabyla. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)
Penulis: Fernando
Editor: M Iqbal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved