PWNU dan LAMR Imbau Masyarakat Rajut Kebersamaan Usai Putusan MK

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau berharap seluruh elemen masyarakat di Riau menerima hasil putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres).

PWNU dan LAMR Imbau Masyarakat Rajut Kebersamaan Usai Putusan MK
Tribunnews/Jeprima
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman (tengah) memimpin sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau berharap seluruh elemen masyarakat di Riau menerima hasil putusan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres).

Putusan itu akan ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini, Kamis (27/6).

"Karena Indonesia merupakan negara hukum yang telah disepakati oleh seluruh masyarakat. Semua pihak sudah sepakat untuk
menempuh prosedur hukum dalam menyelesaikan sengketa hasil pemilu presiden dan wakil presiden," ujar Ketua Pengurus Wilayah
Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau T Rusli Ahmad kepada Tribun, Rabu (26/6).

Maka dari itu, lanjut Rusli Ahmad, apapun putusan MK maka dialah Presiden seluruh rakyat Indonesia secara konstitusional
yang tidak bisa di ganggu gugat, semua pihak harus hormati.

Ia juga menghimbau agar masyarakat untuk dapat menahan diri untuk tidak emosional yang bisa saja menimbulkan kerusuhan.

"PWNU Riau bersama tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa dan organisasi cipayung sepakat untuk mengecam keras bila ada
kerusuhan menjelang dan pasca pengumuman keputusan, itu bukan budaya kita," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Syahril Abubakar juga menyampaikan imbauan
serupa.

"Kami dari LAM mengajak masyarakat untuk menghormati keputusan yang dikeluarkan MK, karena itu adalah keputusan tertinggi
dan harus kita hormati," ujarnya.

Menurut Syahril Abubakar, hendaknya masyarakat Riau menyikapi keputusan tersebut dengan bijak, terutama nantinya bagi para
pendukung yang selama ini fanatik.

"Jadi siapapun yang ditetapkan MK maka harus kita hormati untuk jadi pemimpin kita yang akan datang," sebutnya.

Syahril juga menghimbau kepada masyarakat Riau untuk kembali merajut kebersamaan dan persatuan, tidak ada lagi polarisasi di
masyarakat.

"Kita semuanya harus bersatu jangan ada lagi yang dikotak-kotak, kembali kita bersama untuk kemajuan Riau," jelasnya.(*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved